Dorong Konsumsi, Pemerintah Optimistis Pulihkan Ekonomi
Selasa, 16 Februari 2021 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
“Sehingga kami berharap ini menjadi indikasi sektor riil kita mulai bergerak. Beberapa komoditas terutama minyak kelapa sawit dan beberapa produk tambang di pasar internasional harganya cukup bagus, sehingga ekspor kita cukup kuat. Apabila disimpulkan, di 2021 pemerintah sangat optimis perekonomian akan pulih,” terang Susiwijono.
Lebih lanjut lagi, Susiwijono menjelaskan, di sisi supply memang banyak sektor yang terpukul. Sektor manufaktur misalnya berkontribusi 19,8% bagi perindustrian, sehingga harus fokus di industri ini karena multiply effect akan besar sekali, terkait ketenagakerjaan.
Pemerintah pun meluncurkan paket kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mendorong industri otomotif. Selain karena industri ini terdampak cukup dalam, di sisi lain multiply effect dari industri ini cukup besar karena sektor pendukungnya juga cukup banyak.
“Diharapkan kebijakan ini menurunkan harga kendaraan bermotor, dan meningkatkan pembelian. Skemanya yakni pemberian insentif fiskal PPnBM ditanggung pemerintah yang ditargetkan berlaku 1 Maret 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021,” terang Susiwijono.
Pernyataan ini diperkuat juga oleh Piter Abdullah, pengamat ekonomi, yang menyatakan bahwa program itu akan memanfaatkan daya beli di masyarakat yang masih ada. Piter juga mendukung kebijakan itu dalam rangka mendorong permintaan (demand).
Lebih lanjut lagi, Susiwijono menjelaskan, di sisi supply memang banyak sektor yang terpukul. Sektor manufaktur misalnya berkontribusi 19,8% bagi perindustrian, sehingga harus fokus di industri ini karena multiply effect akan besar sekali, terkait ketenagakerjaan.
Pemerintah pun meluncurkan paket kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mendorong industri otomotif. Selain karena industri ini terdampak cukup dalam, di sisi lain multiply effect dari industri ini cukup besar karena sektor pendukungnya juga cukup banyak.
“Diharapkan kebijakan ini menurunkan harga kendaraan bermotor, dan meningkatkan pembelian. Skemanya yakni pemberian insentif fiskal PPnBM ditanggung pemerintah yang ditargetkan berlaku 1 Maret 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2021,” terang Susiwijono.
Pernyataan ini diperkuat juga oleh Piter Abdullah, pengamat ekonomi, yang menyatakan bahwa program itu akan memanfaatkan daya beli di masyarakat yang masih ada. Piter juga mendukung kebijakan itu dalam rangka mendorong permintaan (demand).
Lihat Juga :