Bendungan Ketiga di NTT Bakal Beroperasi
Rabu, 17 Februari 2021 - 00:13 WIB
loading...
Bendungan Napun Gete. Foto/KemenPUPR
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan konstruksi Bendungan Napun Gete yang berada di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan Napun menyusul dua bendungan lainnya, yaitu Raknamo dan Rotiklot, yang telah tuntas dan diresmikan berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo. ( Baca juga:Asosiasi Logistik Dukung Integrasi Pelabuhan Kontainer & Perikanan )
Pengisian awal (impounding) bendungan Napun Gete telah dilaksanakan mulai Desember 2020 lalu. Saat ini juga tengah dilaksanakan beberapa pekerjaan perapihan atau finishing sebelum diresmikan beroperasi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta pembangunan Bendungan Napun Gete selesai lebih cepat dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional. “Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Untuk itu perlu dibangun banyak bendungan dan embung untuk mengatasi krisis air yang dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Basuki di Maumere, Selasa(16/2/2021).
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja yang juga selaku Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, bahwa sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi pada saat peresmian Bendungan Tukul pada Minggu (14/2) kemarin, dalam waktu dekat akan juga diresmikan beberapa bendungan lainnya, yakni Bendungan Napun Gete, NTT, Tapin di Kalsel, dan Sindang Heula di Banten.
"Untuk itu hari ini kami mengunjungi Bendungan Napun Gete untuk memastikan bahwa persiapan telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, terutama jalan akses dari jalan nasional ke bendungan sepanjang 11 km yang kini tengah dilakukan pengaspalan," kata Endra.
Selain jalan akses, Endra juga menekankan pentingnya penataan lansekap pada kawasan bendungan karena potensi Bendungan Napun Gete selain fungsi utamanya untuk air baku dan irigasi, juga untuk alternatif tujuan wisata baru di Maumere.
"Kami minta area bendungan ditanami pohon-pohon rindang khas NTT, seperti flamboyan, kelor, alpukat, dan lainnya. Terakhir kami juga sudah meminta kontraktor untuk melakukan pekerjaan perapihan/finishing, mulai dari gerbang utama, area kantor, gardu pandang, helipad, hingga area spillway," tutur Endra.
Pengisian awal (impounding) bendungan Napun Gete telah dilaksanakan mulai Desember 2020 lalu. Saat ini juga tengah dilaksanakan beberapa pekerjaan perapihan atau finishing sebelum diresmikan beroperasi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meminta pembangunan Bendungan Napun Gete selesai lebih cepat dalam rangka mendukung ketahanan air dan pangan nasional. “Ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Untuk itu perlu dibangun banyak bendungan dan embung untuk mengatasi krisis air yang dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Basuki di Maumere, Selasa(16/2/2021).
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja yang juga selaku Juru Bicara Kementerian PUPR mengatakan, bahwa sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi pada saat peresmian Bendungan Tukul pada Minggu (14/2) kemarin, dalam waktu dekat akan juga diresmikan beberapa bendungan lainnya, yakni Bendungan Napun Gete, NTT, Tapin di Kalsel, dan Sindang Heula di Banten.
"Untuk itu hari ini kami mengunjungi Bendungan Napun Gete untuk memastikan bahwa persiapan telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, terutama jalan akses dari jalan nasional ke bendungan sepanjang 11 km yang kini tengah dilakukan pengaspalan," kata Endra.
Selain jalan akses, Endra juga menekankan pentingnya penataan lansekap pada kawasan bendungan karena potensi Bendungan Napun Gete selain fungsi utamanya untuk air baku dan irigasi, juga untuk alternatif tujuan wisata baru di Maumere.
"Kami minta area bendungan ditanami pohon-pohon rindang khas NTT, seperti flamboyan, kelor, alpukat, dan lainnya. Terakhir kami juga sudah meminta kontraktor untuk melakukan pekerjaan perapihan/finishing, mulai dari gerbang utama, area kantor, gardu pandang, helipad, hingga area spillway," tutur Endra.
Lihat Juga :