Catat! 8 Emiten Bakal Terbitkan 10 Obligasi dan Sukuk Senilai Totalnya Rp10,5 T
Rabu, 17 Februari 2021 - 08:58 WIB
loading...
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penerbitan obligasi dan sukuk yang terdapat di pipeline BEI mencapai Rp10,5 triliun dari sebanyak delapan emiten. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penerbitan obligasi dan sukuk yang terdapat di pipeline BEI mencapai Rp10,5 triliun. Terdapat sebanyak delapan emiten yang akan menerbitkan 10 emisi dalam waktu dekat.
"Per tanggal 16 Februari 2021, jumlah dan nilai Obligasi atau Sukuk Korporasi yang ada di pipeline BEI, tercatat ada 10 emisi yang terdiri dari tiga emisi Sukuk dan tujuh emisi Obligasi, dengan total emisi yang akan diterbitkan sebesar Rp10,5 triliun," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).
Baca Juga: Investor Milenial Borong Obligasi Ritel Negara
Nyoman menambahkan, outstanding obligasi korporasi mulai menunjukkan pertumbuhan pasca adanya penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir satu tahun ini.
Terdapat beberapa faktor yang diperkirakan menjadi katalis bagi pendanaan korporasi di pasar modal, di antaranya; kebijakan moneter dan fiskal yang tetap akomodatif, momentum prospek pemulihan ekonomi 2021, stimulus dari bank sentral meningkatkan likuiditas di pasar keuangan dan tren pelemahan dolar AS di tengah kebijakan akomodatif AS.
"Secara umum kondisi tersebut memberikan optimisme akan pertumbuhan ekonomi dan diharapkan penerbitan Obligasi dan Sukuk di tahun ini lebih kondusif dibandingkan tahun 2020," kata dia.
"Per tanggal 16 Februari 2021, jumlah dan nilai Obligasi atau Sukuk Korporasi yang ada di pipeline BEI, tercatat ada 10 emisi yang terdiri dari tiga emisi Sukuk dan tujuh emisi Obligasi, dengan total emisi yang akan diterbitkan sebesar Rp10,5 triliun," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan tertulis, Rabu (17/2/2021).
Baca Juga: Investor Milenial Borong Obligasi Ritel Negara
Nyoman menambahkan, outstanding obligasi korporasi mulai menunjukkan pertumbuhan pasca adanya penurunan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang telah berjalan hampir satu tahun ini.
Terdapat beberapa faktor yang diperkirakan menjadi katalis bagi pendanaan korporasi di pasar modal, di antaranya; kebijakan moneter dan fiskal yang tetap akomodatif, momentum prospek pemulihan ekonomi 2021, stimulus dari bank sentral meningkatkan likuiditas di pasar keuangan dan tren pelemahan dolar AS di tengah kebijakan akomodatif AS.
"Secara umum kondisi tersebut memberikan optimisme akan pertumbuhan ekonomi dan diharapkan penerbitan Obligasi dan Sukuk di tahun ini lebih kondusif dibandingkan tahun 2020," kata dia.
Lihat Juga :