Laba Bersih Bank Mega Melesat 50% Ditengah Pandemi

Rabu, 17 Februari 2021 - 19:57 WIB
loading...
Laba Bersih Bank Mega...
Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib saat memaparkan kinerja perseroan dalam Public Expose (Paparan Kinerja) secara virtual untuk periode tahun 2020 di Jakarta, Rabu (17/2/2021). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) dalam paparan publik perseroan mengumumkan kinerja laporan keuangan sepanjang 2020. Laba setelah pajak tercatat sebesar Rp3,01 triliun atau tumbuh sebesar 50% jika dibandingkan dengan kinerja periode di tahun 2019 sebesar Rp2,0 triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menyatakan perseroan menyikapi kondisi makro ekonomi tahun 2020 yang penuh tantangan dengan tetap optimis dan mengubah tantangan tersebut menjadi peluang. Hasilnya, Bank Mega tetap tumbuh secara signifikan dan berkesinambungan bahkan indikator utama keuangan berada di atas rata-rata industri.

Baca Juga : Raih Laba Rp15 Miliar, Kinerja Keuangan PT KIW Merosot di 2020

Laba setelah pajak tercatat sebesar Rp3,01 triliun atau tumbuh sebesar 50% jika dibandingkan dengan kinerja periode di tahun 2019 sebesar Rp2 triliun. Sementara laba setelah pajak secara industri per November 2020 (YoY) tercatat minus 31%.

“Pertumbuhan laba tersebut diperoleh dari pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang naik sebesar 9% menjadi Rp3,9 triliun dari posisi tahun 2019 sebesar Rp3,58 triliun,” kata Kostaman di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Selain itu fee based income juga turut andil dalam menyumbang kenaikan laba, dimana terjadi kenaikan sebesar 26% menjadi Rp2,9 triliun dari posisi 2019 sebesar Rp2,3 triliun. Total aset berhasil mencapai Rp112,2 triliun atau naik 11% dibanding tahun 2019 sebesar Rp100,8 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat sebesar 9% menjadi Rp79,19 triliun dari posisi tahun 2019 sebesar Rp72,8 triliun.

“Dari sisi komposisi, Deposito masih mendominasi Dana Pihak Ketiga yaitu sebesar 72%, disusul oleh Tabungan sebesar 17% dan giro sebesar 11%,” jelasnya.

Kelesuan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, mengakibatkan kredit kepada pihak ketiga Bank Mega mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 6% menjadi Rp48,5 triliun dari Rp51,0 triliun pada tahun 2019. Secara komposisi, kredit korporasi masih tumbuh positif dibandingkan segmen lainnya, yaitu sebesar 55% menjadi Rp26,2 triliun.

Baca Juga : OJK Mengungkap, Pandemi Gerus Kinerja Keuangan Sejumlah Emiten

Keberhasilan mengendalikan beban operasional mengakibatkan perbaikan Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) semakin membaik, yaitu menjadi sebesar 65,9% dibanding posisi 2019 yang sebesar 74,10%.

“Hal ini merupakan dampak dari inovasi digital dan otomasi yang telah diberlakukan sejak 2 tahun terakhir, baik untuk back office maupun front office,” ujarnya.

Permodalan Bank Mega juga semakin kokoh yang tercermin dari rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 31,04%, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 23,68%. Rasio permodalan yang kuat merupakan hal penting untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
(her)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Inotek Tekankan Pentingnya...
Inotek Tekankan Pentingnya Laporan Keuangan UMKM
Dorong Pemda Perkuat...
Dorong Pemda Perkuat Tata Kelola APBD, Kemendagri Buka Penginputan IPKD 2025
LKPD Disorot, Tangsel...
LKPD Disorot, Tangsel 5 Kali Dinobatkan Badan Publik Informatif Tertinggi se-Banten
Rekomendasi
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved