Kemendag Bawa Isu Standardisasi Produk Saat Berunding dengan UE

Kamis, 18 Februari 2021 - 14:03 WIB
loading...
Kemendag Bawa Isu Standardisasi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indonesia dan Uni Eropa akan menggelar perundingan perjanjian I-EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) pada akhir bulan ini. Standardisasi produk Indonesia akan menjadi isu yang akan dibawa Kementerian Perdagangan .

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, isu ini akan menjadi penekanan dalam perundingan putaran ke-10 I-EU CEPA yang digelar pada 22-26 Februari 2021.

“Artinya produk yang sudah kita uji dan standardisasi harus diterima oleh Uni Eropa sebagaimana kita juga menerima hasil pengujian dan standardisasi yang telah mereka lakukan. Ada prinsip mutual dan saling merekognisi,” katanya saat bertemu dengan Duta Besar Uni Eropa, Vincent Picket, Rabu (17/2/2021). ( Baca juga:Gercep! KPPU Usut Dugaan Monopoli ASDP )

Menurut Wamendag, isu ini penting sebagai bagian dari upaya mengurangi hambatan nontarif antara kedua negara yang berpotensi diskriminatif dan tidak seimbang. Dia mengungkapkan, banyak produk pertanian, perkebunan, dan kehutanan negara-negara berkembang yang mendapat perlakuan diskrminatif saat masuk ke sejumlah negara Uni Eropa. Selain itu, kata Wamendag, standardisasi produk juga bisa meningkatan kapasitas masing-masing negara dalam menentukan standar dan uji mutu produk.

“Saya menilai soal uji mutu dan standardisasi produk ini sering asimetris antara kita dengan negara mitra. Padahal dalam perjanjian perdagangan seharusnya ada prinsip mutualisme, saling merekognisi dan saling membantu dalam peningkatan kapasitas. Karena itu, sudah wajar jika sejak dari semula kita meminta mitra dagang kita untuk menetapkan persetujuan bersama soal uji mutu dan standar produk ini,” ujar Jerry. ( Baca juga:Di Depan Pemimpin Kota-kota Dunia, Anies Cerita Covid-19, Sepeda hingga Kota Kolaborasi )

Ia menambahkan, keberterimaan uji mutu dan standardisasi produk Indonesia oleh Uni Eropa bisa menjadi acuan atau benchmark bagi negara-negara mitra dagang lain. Pasalnya, selama ini standar yang berlaku di Uni Eropa termasuk sangat tinggi, khususnya untuk standar lingkungan kesehatan dan sosiologis. Jika standar dan uji mutu produk Indonesia bisa diterima di Uni Eropa tentu bisa juga diterima di negara atau kawasan mitra dagang lain.

“Ini adalah kepentingan strategis kita, baik dalam memperluas akses pasar maupun dalam menyederhanakan mekanisme dagang sebagai implementasi perjanjian. Jangan sampai setelah ada perjanjian perdagangan, implementasinya tidak berjalan baik karena hambatan uji mutu dan standar ini,” kata Wamendag.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rebutan Terusan Panama,...
Rebutan Terusan Panama, AS Ajak 6 Negara Gebukin Dominasi China
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya Soal Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
Ide Purbaya Pajaki Kapal...
Ide Purbaya Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka, Mirip Hormuz
4.000 Tenaga Kerja Terampil...
4.000 Tenaga Kerja Terampil Ditargetkan Didukung Ekosistem Vokasi Industri
Perjanjian Dagang Indonesia–EU...
Perjanjian Dagang Indonesia–EU CEPA Bakal Rampung 2026, Tarif Ekspor ke Eropa 0%
Perkuat Belanja Infrastruktur,...
Perkuat Belanja Infrastruktur, Kementerian PU Raih Penghargaan P2DN 2025
Dasco Minta Impor Mobil...
Dasco Minta Impor Mobil Pikap dari India Ditunda, Great Institute: Cerminan DPR Pro Industri Dalam Negeri
Program Tol Laut, Pemerintah...
Program Tol Laut, Pemerintah Diminta Pertegas Fungsi Dinas Perdagangan Daerah
Peran Jerry Sambuaga...
Peran Jerry Sambuaga dalam Memperkuat Kiprah Anak Muda di Dunia Politik
Rekomendasi
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Berita Terkini
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved