Bahlil Serius Kawal Hilirisasi Nikel di Malut
Kamis, 18 Februari 2021 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
“Satu pesan yang akan saya tekankan kepada pengelola Kawasan IWIP, libatkan pengusaha lokal yang ada di Maluku Utara. Sehingga, nantinya investor dan pengusaha lokal, khususnya UMKM, dapat berkembang bersama dan pada akhirnya akan tercipta pertumbuhan ekonomi yang adil dan merata,” imbuh Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga akan bertemu dengan Pemerintah Daerah di Provinsi Maluku Utara, dan mengimbau agar dapat proaktif dalam memfasilitasi penyelesaian proyek Kawasan IWIP. Investasi di Kawasan IWIP tentunya akan memberikan mulitiplier effect dan memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan perekonomian daerah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Tengah. ( Baca juga:Tekuni Dunia Bisnis, Arya Saloka Luncurkan Brand Pakaian Pria )
“Kalau pemerintah pusat sudah dukung dan kawal, tentunya perlu juga komitmen dari pemerintah daerahnya. Kita mau menjadikan Provinsi Maluku Utara, khususnya Kabupaten Halmahera Tengah sebagai salah satu percontohan pengolahan nikel (smelter) guna mendukung program pemerintah dalam rangka hilirisasi sektor pertambangan. Penting dilakukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” ucap Bahlil.
Provinsi Maluku Utara menjadi primadona baru tujuan investasi bagi Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Indonesia Timur. Tercatat pada periode Januari-Desember 2020, provinsi Maluku Utara berada pada peringkat 3 di antara semua provinsi yang menjadi lokasi PMA, dengan jumlah realisasi investasi sebesar USD2,4 miliar. Sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp662,1 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga akan bertemu dengan Pemerintah Daerah di Provinsi Maluku Utara, dan mengimbau agar dapat proaktif dalam memfasilitasi penyelesaian proyek Kawasan IWIP. Investasi di Kawasan IWIP tentunya akan memberikan mulitiplier effect dan memberikan kontribusi nyata untuk meningkatkan perekonomian daerah, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Tengah. ( Baca juga:Tekuni Dunia Bisnis, Arya Saloka Luncurkan Brand Pakaian Pria )
“Kalau pemerintah pusat sudah dukung dan kawal, tentunya perlu juga komitmen dari pemerintah daerahnya. Kita mau menjadikan Provinsi Maluku Utara, khususnya Kabupaten Halmahera Tengah sebagai salah satu percontohan pengolahan nikel (smelter) guna mendukung program pemerintah dalam rangka hilirisasi sektor pertambangan. Penting dilakukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” ucap Bahlil.
Provinsi Maluku Utara menjadi primadona baru tujuan investasi bagi Penanaman Modal Asing (PMA) di wilayah Indonesia Timur. Tercatat pada periode Januari-Desember 2020, provinsi Maluku Utara berada pada peringkat 3 di antara semua provinsi yang menjadi lokasi PMA, dengan jumlah realisasi investasi sebesar USD2,4 miliar. Sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp662,1 miliar.
(uka)
Lihat Juga :