BI Diprediksi Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Bps
Senin, 18 Mei 2020 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
"Penurunan volatilitas rupiah tersebut sejalan dengan penurunan volatilitas di pasar keuangan global sehingga arus modal asing terindikasi sudah kembali masuk ke pasar keuangan domestik terutama di pasar SBN. Hal ini mendukung penguatan nilai tukar rupiah sekitar 9% dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2020 meskipun nilai tukar rupiah masih mengalami pelemahan sebesar 7,3% year to date," katanya.
Dia menambahkan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 yang lebih rendah dari perkiraan BI dan Pemerintah sehingga mendorong BI untuk memanfaatkan ruang penurunan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini.
"Penurunan daya beli masyarakat yang terindikasi dari rendahnya inflasi dari sisi permintaan, perlu direspons dengan penurunan suku bunga acuan BI. Sehingga dapat mendukung proses pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19," katanya.
Josua melanjutkan kombinasi pelonggaran kebijakan moneter yang dikombinasikan dengan respon kebijakan fiskal melalui 3 paket stimulus kebijakan diperkirakan akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dampak Covid-19 yang cukup signifikan pada kuartal I-2020 mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II dan III juga masih berpotensi tertekan," katanya.
Dia menambahkan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2020 yang lebih rendah dari perkiraan BI dan Pemerintah sehingga mendorong BI untuk memanfaatkan ruang penurunan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini.
"Penurunan daya beli masyarakat yang terindikasi dari rendahnya inflasi dari sisi permintaan, perlu direspons dengan penurunan suku bunga acuan BI. Sehingga dapat mendukung proses pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19," katanya.
Josua melanjutkan kombinasi pelonggaran kebijakan moneter yang dikombinasikan dengan respon kebijakan fiskal melalui 3 paket stimulus kebijakan diperkirakan akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dampak Covid-19 yang cukup signifikan pada kuartal I-2020 mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II dan III juga masih berpotensi tertekan," katanya.
(bon)
Lihat Juga :