Banjir Bikin Pengusaha Ritel Tekor Ratusan Juta
Sabtu, 20 Februari 2021 - 17:37 WIB
loading...
Banjir Kemang. Foto/ArifJulianto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengonsolidasikan berapa banyak toko yang tutup akibat banjir . Dia menyebutkan bahwa di daerah mana pun, bencana seperti banjir pasti memberikan dampak kerugian terhadap peritel.
"Karena kita tidak ada yang mau banjir itu datang, tapi penanggulangan banjir menjadi hal yang penting dan signifikan supaya tidak berulang," ujar Roy kepada MNC Portal News di Jakarta, Sabtu(20/2/2021). ( Baca juga:Rumah Wanita Emas di Bangka Jakarta Selatan Terendam Banjir )
Akibat banjir ini, banyak pengusaha ritel yang terpaksa menutup tokonya. Penutupan itu bukan karena tidak mau melayani pelanggan, tetapi karena jalan akses sudah dibanjiri dan air pun masuk ke toko.
"Barusan saya dapat info di Kemang, bahkan di Kemang Raya ada pusat perbelanjaan yang malnya kemasukan air, dan akhirnya anggota kita berusaha menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan dan mengeluarkan airnya," tambah Roy.
Dia mengatakan bahwa estimasi kerugian selama dua hari terakhir terbagi menjadi dua. Pertama kerugian karena toko tutup sehingga tidak terjadi transaksi, dan juga karena ada barang dan produk yang rusak.
"Karena kita tidak ada yang mau banjir itu datang, tapi penanggulangan banjir menjadi hal yang penting dan signifikan supaya tidak berulang," ujar Roy kepada MNC Portal News di Jakarta, Sabtu(20/2/2021). ( Baca juga:Rumah Wanita Emas di Bangka Jakarta Selatan Terendam Banjir )
Akibat banjir ini, banyak pengusaha ritel yang terpaksa menutup tokonya. Penutupan itu bukan karena tidak mau melayani pelanggan, tetapi karena jalan akses sudah dibanjiri dan air pun masuk ke toko.
"Barusan saya dapat info di Kemang, bahkan di Kemang Raya ada pusat perbelanjaan yang malnya kemasukan air, dan akhirnya anggota kita berusaha menyelamatkan barang yang masih bisa diselamatkan dan mengeluarkan airnya," tambah Roy.
Dia mengatakan bahwa estimasi kerugian selama dua hari terakhir terbagi menjadi dua. Pertama kerugian karena toko tutup sehingga tidak terjadi transaksi, dan juga karena ada barang dan produk yang rusak.
Lihat Juga :