Viral Pedagang Buang Sayuran, Ini Kata Kementan

Senin, 18 Mei 2020 - 11:21 WIB
loading...
Viral Pedagang Buang...
Persoalan distribusi menyebabkan petani di Malang, Jawa Timur, kesulitan memasarkan produk sayurannya. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah guna mencegah penyebaran virus Covid-19, berdampak luas pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga ekonomi.

Di Kota Malang Raya, penerapan PSBB mulai dilaksanakan pada Minggu (17/5/2020). Menjelang penerapan PSBB, jagat maya dikejutkan dengan video viral aksi para pedagang Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang membagikan gratis dan membuang produk sayuran yang semestinya dijual. Sebagian sayuran dibagikan secara gratis kepada pengguna jalan yang melintas. Para petani melakukan aksi itu lantaran sayurannya tidak laku terjual.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) pun buka suara memberikan penjelasan. Kementan menyebut aksi itu terjadi karena persoalan distribusi. "Jadi itu buang sayur karena pasarnya tutup di sana (Jawa Timur). Jadi mereka nggak bisa jual sayurannya, jadi terpaksa sayur mereka dibuang-buang," ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5) lalu.

Prihasto mengatakan jika aksi buang sayur ke kali maupun aksi petani yang membagikan gratis ke pengguna jalan bukan karena harga panen sayur yang anjlok yang diakibatkan melimpah panen dalam waktu bersamaan. "Namun kendala ini sudah diselesaikan, kita sudah selesaikan itu. Jadi sekali lagi, itu karena pasarnya tutup karena lagi lockdown," ujar dia.

(Baca Juga: Stok Menumpuk, Harga Sayuran di Cimahi Turun Drastis)

Video yang merekam aksi pedagang membagikan sayuran beredar dan viral di beberapa platform media sosial, seperti Twitter dan Instagram terjadi di Pasar Kedungboto. Sudah sejak lama pasar itu menjadi sentra perdagangan komoditas sayuran, hasil dari pertanian warga sekitar. Tiap sore pasar tersebut ramai oleh aktivitas jual-beli sayuran.

Dalam video tersebut, tampak seorang pedagang berhelm biru dan berbaju hitam ikut membuang sayur sawi ke sungai. Selain itu, tampak pedagang lainnya berbaju ungu dan oranye serta bertopi cokelat ikut aksi buang sayur sawi ke sungai tersebut.

"Wis entek duwik e golek maneh, ajur-ajur. Rombonge sisan. Wis gak onok maneh, (sudah habis uangnya cari lagi, hancur-hancur, rombongnya juga, sudah tak ada lagi)," ucap salah seorang petani dalam video yang beredar.

Melihat aksi pedagang dalam video tersebut, Prihasto mengatakan bahwa dampak dari PSBB salah satunya memang berkurangnya permintaan bahan pangan hasil petani karna banyak restoran atau usaha kuliner lainnya ditutup sementara. "Semoga pandemi ini segera berlalu ya, jadi aktivitas kita bisa berjalan normal kembal," ujarnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mentan Amran Copot Oknum...
Mentan Amran Copot Oknum ASN yang Sewakan Lahan Negara 300 Hektare
Pilar Swasembada Pangan,...
Pilar Swasembada Pangan, Kementan Cetak Ratusan Ribu Petani Muda
Harga Beras di Jepang...
Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Ini 3 Arahan Prabowo...
Ini 3 Arahan Prabowo untuk Mentan Amran di Kementerian Pertanian
Gerak Cepat Atasi Kekeringan,...
Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Kementan Sabet Penghargaan Komunikasi Publik Terbaik di AMH 2024
Tebus Pupuk Subsidi...
Tebus Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP, Mentan Amran: Jangan Dipersulit!
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Mentan Amran: Rehabilitasi...
Mentan Amran: Rehabilitasi Sawah Pascabencana di Sumatera Tanggung Jawab Negara
Rekomendasi
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
Berita Terkini
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Pj Gubernur BI: Proses...
Pj Gubernur BI: Proses Pergantian Perry Warjiyo Ikuti Mekanisme UU, Belum Ada Nama Calon
Resmi Beroperasi, Bali...
Resmi Beroperasi, Bali Gapura Marina Siap Tampung 180 Yacht Standar Global
Menko Airlangga Soal...
Menko Airlangga Soal Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo: Yang Penting Institusinya
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved