Calon Emiten BUMN Sudah Mendapatkan Pencerahan dari BEI
Selasa, 23 Februari 2021 - 23:31 WIB
loading...
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan Fawzi mengakui, pihaknya sudah melakukan sinergi dengan memberikan workshop untuk calon emiten dari perusahaan dan anak usaha BUMN. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) , Hasan Fawzi mengakui, pihaknya sudah melakukan sinergi dengan memberikan workshop untuk calon emiten dari perusahaan dan anak usaha BUMN . Workshop tersebut ditujukan bagi perusahaan BUMN yang akan melantai di bursa atau IPO .
"Beberapa sudah melakukan sinergi dengan kami dalam bentuk workshop dengan mereka. Tujuannya menyiapkan proses IPO perusahaan dan anak usaha BUMN. Semoga dalam satu dua tahun kedepan terealisasi seperti kata Menteri BUMN," ujar Hasan dalam Live Instagram bersama IDN Times di Jakarta, Selasa (23/2/2021).
Baca Juga: Wamen BUMN: Kalau Semua BUMN IPO, Bisa Lebih dari Temasek
Menurutnya pasar modal Indonesia sangat membutuhkan perusahaan dan anak usaha BUMN untuk masuk dan memperkuat bursa saham tanah air. "Kita butuh perusahaan BUMN yang memiliki skala besar dan masa depannya pasti serta bagus juga dalam tata kelola," katanya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir merencanakan mulai tahun ini akan membawa setidaknya 8 hingga 12 perusahaan pelat merah untuk melantai di pasar modal. Rencana ini akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2023 mendatang.
Sementara itu Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan mengapresiasi naiknya minat investor ritel Indonesia. Menurutnya ini merupakan hal yang positif, karena akan mendukung pendalaman dan pertumbuhan pasar modal.
"Beberapa sudah melakukan sinergi dengan kami dalam bentuk workshop dengan mereka. Tujuannya menyiapkan proses IPO perusahaan dan anak usaha BUMN. Semoga dalam satu dua tahun kedepan terealisasi seperti kata Menteri BUMN," ujar Hasan dalam Live Instagram bersama IDN Times di Jakarta, Selasa (23/2/2021).
Baca Juga: Wamen BUMN: Kalau Semua BUMN IPO, Bisa Lebih dari Temasek
Menurutnya pasar modal Indonesia sangat membutuhkan perusahaan dan anak usaha BUMN untuk masuk dan memperkuat bursa saham tanah air. "Kita butuh perusahaan BUMN yang memiliki skala besar dan masa depannya pasti serta bagus juga dalam tata kelola," katanya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir merencanakan mulai tahun ini akan membawa setidaknya 8 hingga 12 perusahaan pelat merah untuk melantai di pasar modal. Rencana ini akan dilakukan mulai tahun ini hingga 2023 mendatang.
Sementara itu Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan mengapresiasi naiknya minat investor ritel Indonesia. Menurutnya ini merupakan hal yang positif, karena akan mendukung pendalaman dan pertumbuhan pasar modal.
Lihat Juga :