Hati-Hati Fenomena Pom-Pom Saham dan FOMO di Kalangan Investor Pemula
Jum'at, 26 Februari 2021 - 21:59 WIB
loading...
Kenaikan harga saham Gamestop disinyalir sebagai fenomena pom-pom saham yang menjadi perbincangan hangat, bukan tidak mungkin hal itu terjadi di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan harga saham Gamestop disinyalir sebagai fenomena pom-pom saham yang menjadi perbincangan hangat, bukan tidak mungkin hal itu terjadi di Indonesia. Namun Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) , Hasan Fawzi menegaskan, jika hal tersebut terjadi seharusnya dilandasi dengan pemahaman yang benar terhadap prospek saham tersebut.
Kenaikan saham Gamestop, perusahan video game secara signifikan menjadi perbincangan hangat dan menjadi sorotan khusus secara global beberapa waktu lalu. Meroketnya harga saham Gamestop bermula dari pembicaraan para investor retail melalui forum Reddit, ‘WallStreetBets’.
Baca Juga: 3 Fakta di Balik Mitos Investasi Saham, Investor Cerdas MNC Sekuritas Wajib Tahu!
Para investor kecil ini bergabung dan saling mengajak satu sama lain untuk melakukan pembeli saham Gamestop secara massal. Meskipun aksi masif pembelian saham itu membuat harga saham Gamestop melesat, namun kenaikan tersebut memaksa para hedge fund besar yang memakai saham Gamestop untuk transaksi short selling (jual kosong) merugi.
Dalam short selling, investor meminjam saham yang belum dimilikinya dari broker saham, kemudian menjualnya dengan harga tinggi, dan kemudian membelinya kembali dengan harga lebih rendah, dengan tetap mempertahankan selisihnya. Akan tetapi jika suatu saham tiba-tiba melonjak, maka investor tersebut terpaksa harus membelinya kembali dalam keadaan rugi.
Maraknya Investor Saham Pemula di IndonesiaPasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif dengan terus bertambahnya investor di tengah pandemi Covid-19. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor sebanyak 3,9 juta Single Investor Identification (SID) atau melonjak 56% jika dibandingkan dengan posisi di akhir tahun 2019.
Kenaikan saham Gamestop, perusahan video game secara signifikan menjadi perbincangan hangat dan menjadi sorotan khusus secara global beberapa waktu lalu. Meroketnya harga saham Gamestop bermula dari pembicaraan para investor retail melalui forum Reddit, ‘WallStreetBets’.
Baca Juga: 3 Fakta di Balik Mitos Investasi Saham, Investor Cerdas MNC Sekuritas Wajib Tahu!
Para investor kecil ini bergabung dan saling mengajak satu sama lain untuk melakukan pembeli saham Gamestop secara massal. Meskipun aksi masif pembelian saham itu membuat harga saham Gamestop melesat, namun kenaikan tersebut memaksa para hedge fund besar yang memakai saham Gamestop untuk transaksi short selling (jual kosong) merugi.
Dalam short selling, investor meminjam saham yang belum dimilikinya dari broker saham, kemudian menjualnya dengan harga tinggi, dan kemudian membelinya kembali dengan harga lebih rendah, dengan tetap mempertahankan selisihnya. Akan tetapi jika suatu saham tiba-tiba melonjak, maka investor tersebut terpaksa harus membelinya kembali dalam keadaan rugi.
Maraknya Investor Saham Pemula di IndonesiaPasar modal Indonesia menunjukkan geliat positif dengan terus bertambahnya investor di tengah pandemi Covid-19. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor sebanyak 3,9 juta Single Investor Identification (SID) atau melonjak 56% jika dibandingkan dengan posisi di akhir tahun 2019.
Lihat Juga :