BPS Catat Nilai Tukar Petani Turun

Senin, 01 Maret 2021 - 22:10 WIB
loading...
BPS Catat Nilai Tukar...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan pada Februari 2021. NTP Februari 2021 tercatat sebesar 103,10 atau turun 0,15% dibandingkan dengan posisi NTP bulan sebelumnya.

"Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,06%, lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21%," ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam video virtual, Senin (1/3/2021).

Suhariyanto menjelaskan, penurunan NTP Februari 2021 dipengaruhi oleh turunnya NTP di dua subsektor pertanian, yaitu NTP subsektor tanaman pangan sebesar 0,84% dan subsektor peternakan sebesar 0,33%. ( Baca juga:Wisman Negeri Jiran Paling Banyak Melancong ke Indonesia )

Sementara itu, NTP pada tiga subsektor lainnya mengalami kenaikan, yaitu subsektor tanaman hortikultura sebesar 1,83%, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,35, dan subsektor perikanan sebesar 0,30%.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Secara nasional, NTP Januari-Februari 2021 sebesar 103,18 dengan nilai It sebesar 110,68 sedangkan Ib sebesar 107,27," urainya.

Pada Februari 2021, NTP Provinsi Papua Barat mengalami penurunan terbesar (1,20%) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sumatra Selatan mengalami kenaikan tertinggi (2,02%) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.

Suhariyanto menambahkan bahwa pada Februari 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,17% yang salah satunya disebabkan oleh peningkatan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,22%.

Dari 34 provinsi yang dihitung IKRT-nya pada Februari 2021, ada sebanyak 22 provinsi yang mengalami peningkatan IKRT, sedangkan 12 provinsi lainnya mengalami penurunan IKRT. ( Baca juga:Picu Bencana Dahsyat di Bumi, DARD dan HERA Mulai Disiapkan )

"Peningkatan IKRT tertinggi terjadi di Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,69% sedangkan provinsi yang mengalami penurunan IKRT terbesar terjadi di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu sebesar 0,62%," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Transfer Pengetahuan,...
Transfer Pengetahuan, AA Kadu Bagikan Tips Memilih Bibit Durian Berkualitas
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
Teknologi Perlindungan...
Teknologi Perlindungan Tanaman Bermekanisme Ganda Diperkenalkan kepada Petani
Rekomendasi
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Jilid 3 Roy Suryo Digelar di PN Jakarta Selatan Hari Ini
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved