Holding Geothermal Rampung 2021, Bos Geo Dipa Sebut Masih Ada Pembahasan Opsi

Senin, 01 Maret 2021 - 22:28 WIB
loading...
Holding Geothermal Rampung...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Firmandha Ibrahim mengakui pembentukan Holding BUMN Panas Bumi atau Geothermal tengah digodog Kementerian BUMN. Salah satunya aspek yang sudah difinalisasikan adalah tim teknis.

Saat ini terdapat beberapa opsi yang masih dalam pembahasan Kementerian BUMN bersama manajemen PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Geo Dipa, dan PT PLN Geothermal (Persero).

"Kami sedang menyusun, kami sudah pula membuat satu tim teknis, kita ada 4 orang tim teknis itu dan evaluasi itu dilakukan oleh konsultan BUMN, kalau tidak salah Mandiri security itu juga sedang menggodok semua opsi opsi," ujar dia, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Jorjoran ala Pemerintah: Usai Otomotif dan Properti, Insentif Hotel dan Restoran Menanti

Opsi yang dimaksud Riki adalah bentukan holding hingga skema birokrasinya. Dia menjelaskan dalam proses pendirian holding pun pemerintah tetap mempertimbangkan langkah terbaik. Meski begitu, Geo Dipa tidak mengelak jika Holding Geothermal terbentuk pada 2021 ini.

"Jadi belum sampai ke holding-nya (masih pembahasan). Ini pemerintah masih, lagi menggodok kira-kira yang optimal itu yang mana dan sebagainya. Ya kita sabar saja. Apapun juga pasti pemerintah sudah akan melakukan evaluasi yang tepat lah ya, tidak jangka pendek, tapi yang panjang, jadi betul-betul yang baik," kata dia.

Baca juga: Stafsus Menteri BUMN Ungkap Rencana Merger Pelindo I hingga IV

Rangga Hilman, Corporate Communications Geo Dipa Energi, saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, menjelaskan Geo Dipa tengah menunggu hasil kajian Kementerian BUMN terkait skema program kerja holding ke depannya.

Pada dasarnya Geo Dipa akan menjalankan skema yang nantinya ditetapkan Pemerintah. Manajemen berharap, skema yang ditetapkan akan mendorong kebutuhan pengembangan energi terbarukan Indonesia, terutama untuk mencapai target panas bumi 7.000 MW di tahun 2030 dan 9.000 MW di tahun 2045 pada saat 100 Tahun Kemerdekaan Indonesia nanti. "Terutama panas bumi dengan memberikan dampak positif yang optimal bagi masyarakat dan negara," katanya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Perkuat Rantai Ekonomi...
Perkuat Rantai Ekonomi Kerakyatan, Holding BUMN Danareksa Salurkan Kurban untuk 3.800 Keluarga
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Pengamat Nilai Kinerja...
Pengamat Nilai Kinerja PGEO 2025 Tegaskan Keuntungan Investasi Sektor Panas Bumi
Targetkan Kapasitas...
Targetkan Kapasitas 1 GW, BREN Pacu Ekspansi Panas Bumi
Tracon Industri Bangun...
Tracon Industri Bangun Jalur Pipa Baru PGE di Area Kamojang Jabar
2026 Jadi Tahun Paling...
2026 Jadi Tahun Paling Kristis Terumbu Karang di Seluruh Dunia
Anomali Gravitasi Berdampak...
Anomali Gravitasi Berdampak pada Bumi dengan Iklim yang Tak Biasa
Panas Bumi di Kabupaten...
Panas Bumi di Kabupaten Manggarai NTT Potensial Jadi Sumber Energi Terbarukan
Rekomendasi
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved