Libur Cuti Bersama Dikurangi, Sandiaga Uno Optimis Kebijakan Tidak Memengaruhi Jumlah Kunjungan Wisatawan
Selasa, 02 Maret 2021 - 09:19 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Pengurangan hari cuti bersama yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo disambut baik Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno . Menurutnya, kebijakan yang bertujuan untuk menekan laju penularan covid-19 itu tidak memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke depannya.
Sebab diungkapkan Sandiaga Uno, masyarakat kini sudah lebih tertib dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, tren kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara tetap akan tumbuh ke depannya. Walaupun diakuinya jumlah kunjungan wisatawan tersebut tidak sebesar sebelum pandemi covid-19.
"Hari ini saya diminta untuk menyikapi tentang pengurangan libur bersama, kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentunya menyadari bahwa langkah dikuranginya libur bersama menjadi keputusan strategis untuk memutus mata rantai penularan covid-19," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Senin (1/3/2021).
Baca Juga: Realisasi Free Covid Corridors, Sandiaga Uno Dorong Vaksinasi 120.000 Pelaku Usaha Parekraf di Nusa Dua dan Ubud Bali "Namun dari pengurangan waktu cuti bersama yang kita perlu antisipasi adalah bagaimana mendistribusikan dari kepergian wisatawan nusantara menuju sentra-sentra destinasi wisata yang lebih personalized, localized, dan smaller in size," jelasnya.
Jumlah kunjungan wisatawan yang tidak serupa dengan masa sebelum pandemi covid-19 itu katanya dapat didongkrak lewat beragam inovasi, kolaborasi serta adaptasi dari beragam produk pariwisata. Seperti wisata berbasis budaya dan alam terbuka di sejumlah destinasi wisata Nusantara, khusus destinasi super prioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang. Begitu juga dengan penawaran family trip atau kerap sebagai road trip over land, Work from Destination, School from Destination lewat pemanfaatan teknologi informasi.
Sebab diungkapkan Sandiaga Uno, masyarakat kini sudah lebih tertib dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga, tren kunjungan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara tetap akan tumbuh ke depannya. Walaupun diakuinya jumlah kunjungan wisatawan tersebut tidak sebesar sebelum pandemi covid-19.
"Hari ini saya diminta untuk menyikapi tentang pengurangan libur bersama, kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tentunya menyadari bahwa langkah dikuranginya libur bersama menjadi keputusan strategis untuk memutus mata rantai penularan covid-19," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Senin (1/3/2021).
Baca Juga: Realisasi Free Covid Corridors, Sandiaga Uno Dorong Vaksinasi 120.000 Pelaku Usaha Parekraf di Nusa Dua dan Ubud Bali "Namun dari pengurangan waktu cuti bersama yang kita perlu antisipasi adalah bagaimana mendistribusikan dari kepergian wisatawan nusantara menuju sentra-sentra destinasi wisata yang lebih personalized, localized, dan smaller in size," jelasnya.
Jumlah kunjungan wisatawan yang tidak serupa dengan masa sebelum pandemi covid-19 itu katanya dapat didongkrak lewat beragam inovasi, kolaborasi serta adaptasi dari beragam produk pariwisata. Seperti wisata berbasis budaya dan alam terbuka di sejumlah destinasi wisata Nusantara, khusus destinasi super prioritas yang meliputi Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang. Begitu juga dengan penawaran family trip atau kerap sebagai road trip over land, Work from Destination, School from Destination lewat pemanfaatan teknologi informasi.
Lihat Juga :