Jika Kualitas Gula Ditingkatkan, Pengusaha Mau Kenaikan Harga

Selasa, 02 Maret 2021 - 16:23 WIB
loading...
Jika Kualitas Gula Ditingkatkan,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah berencana akan menurunkan standar International Commission for Uniform Methods of Sugar Analysis (ICUMSA) gula kristal putih (GKP) menjadi 200. ICUMSA merupakan parameter nilai kemurnian yang berkaitan dengan warna gula diukur berdasarkan standar internasional atau IUI.Semakin rendah angkanya, kian tinggi kualitasnya. ( Baca juga:Kabar Gembira! Tunjangan Pensiunan PNS Capai Rp1 Miliar )

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan dengan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait penyesuaian tersebut. Menurut dia, masih ada pembahasan terkait biaya yang akan dikeluarkan untuk investasi dan juga waktu yang dibutuhkan untuk mengubah proses tersebut.

"Beberapa poin yang masih dalam pembahasan terkait biaya yang dikeluarkan dan masukan apa saja yang digunakan untuk bahan selanjutnya," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (2/3/2021).

Budi melanjutkan, saat ini pabrik gula yang berbasis bahan baku tebu berjumlah 57 pabrik di Indonesia, dan 43 pabrik masih memakai proses sulfitasi atau pemurnian lama. Jika nanti ICUMSA diturunkan dari 300 menjadi 200 maka akan ada perubahan proses sulfitasi yang membutuhkan investasi baru.

"Pengendapan untuk menuju standar ICUMSA 200 itu akan membutuhkan investasi yang cukup besar. Selain faktor teknis seperti kualitas bahan baku, optimalisasi proses di dalam pabrik, ketaatan pada SOP di dalam pabrik, ini semua menuntut pengawasan yang cukup ketat," jelasnya.

Dia memperkirakan investasi yang dibutuhkan untuk mengubah ICUMSA menjadi 200 sebesar Rp200-Rp300 miliar. Dengan adanya penambahan biaya operasional dan produksi maka diharapkan ada penyesuaian harga. ( Baca juga:Ini Harga Baru Honda Brio, HR-V, BR-V dan Mobilio Setelah Insentif Pajak 0 Persen )

"Ini yang kami pertanyakan juga. Kalau HET (harga eceran tertinggi) tetap, tidak ada kenaikan yang jelas, maka apa manfaat yang mau diperoleh. Jadi perlu pertimbangkan lagi manfaatnya dibanding investasi atau biaya-biaya yang dikeluarkan," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Indonesia Larang Impor...
Indonesia Larang Impor Beras, Gula, dan Jagung Mulai 2026
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula
Setelah Beras, Indonesia...
Setelah Beras, Indonesia Targetkan Swasembada Susu dan Gula
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Gula Berlebihan pada Anak, Bisa Turunkan Kecerdasan
Jangan Tertipu Label...
Jangan Tertipu Label Low Sugar! Menkes Jelaskan Efek Pemanis Buatan pada Tubuh
Pasien Diabetes Tidak...
Pasien Diabetes Tidak Boleh Konsumsi Gula, Mitos atau Fakta?
Rekomendasi
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved