Penghapusan Kode Broker Akan Menyehatkan Aktivitas Pasar Modal RI

Kamis, 04 Maret 2021 - 20:45 WIB
loading...
Penghapusan Kode Broker...
Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melaksanakan penghapusan kode broker di running trade guna melindungi investor ritel Indonesia mendapatkan beberapa tanggapan dari berbagai kalangan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melaksanakan penghapusan kode broker di running trade guna melindungi investor ritel Indonesia mendapatkan beberapa tanggapan dari berbagai kalangan. CEO Coffeemeetstock, Theo Derrick menilai, penghapusan kode broker dalam running trade akan membuat para investor akan lebih dalam mempelajari berbagai kemungkinan yang terjadi melalui berbagai analisa baik itu teknikal maupun fundamental.

“Investor yang menggunakan analisis arus kas ini cukup banyak di pasar saham maka kemungkinan transaksinya akan turun dalam jangka pendek, tetapi dalam impact positifnya otomatis kan kalau mereka hilang acuan mereka akan cari cara baru, otomatis akan ada cara baru nih, cara barunya adalah (kemungkinan) selaras dengan harapan bursa,” ujar Theo Derrick, Jakarta.

Baca Juga: Kode Broker dan Tipe Investor Dihapus BEI, Ekonom: Mengurangi Aksi Ikut-ikutan

Theo menambahkan, hal tersebut juga akan menyehatkan ekosistem bursa, terlihat dari berubahnya kebiasaan yang biasa terjadi ketika adanya running trade dengan kode broker, di mana tidak sedikit dari investor yang membeli saham tanpa tahu perusahaan apa yang dibeli.

“Begitu nama brokernya dihilangkan maka orang-orang itu sekarang mau nggak mau harus belajar tahu saham apa yang dia beli tanpa tuntunan broker. Jadi kalau dulu kita nggak perlu tahu nih saham apa, yang penting orang itu beli kita (ikut) beli. Kalau sekarang nggak ada, mau nggak mau kalian harus aware kalian beli apa sekarang,” jelas Theo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, menurutnya otoritas seperti BEI harus lebih gencar lagi dalam melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pasar saham. Hal tersebut dilaksanakan demi mengantisipasi keluarnya investor yang mengacu dari broker besar dari pasar saham Indonesia.

“Perlu lebih gencar lagi dan perlu lebih dekat lagi. Dan mungkin lebih dalem sedikit ya. Karena kan yang namanya edukasi dari bursa kan memang juga terus dilakukan, tapi kan sampai level mana, itu yang perlu dipertanyakan,” paparnya.

Baca Juga: BEI Bakal Hapus Kode Broker dan Domisili per Juli 2021

Di sisi lain, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Tama, mengatakan kebijakan tersebut tidak akan terlalu berpengaruh dan tergantung dari tingkat skill dan ilmu pengetahuan dalam menjalankan trading sehari-hari.

“Sebenarnya yang kurang diuntungkan adalah yang lebih mengandalkan faktor tersebut bukan yang analis teknikal atau juga dari analis fundamental, potensi kinerja perusahaan bahkan juga ada investor yang mengandalkan dividen. Sebenarnya hal tersebut tidak berpengaruh kebijakan dari bursa yang menghapuskan kode tersebut,” ujar Nafan.

Nafan berharap, ke depannya investor dapat menerapkan strategi yang berbeda dalam berinvestasi di pasar modal, seperti mengandalkan analisis fundamental atau teknikal. Selain itu, imbuhnya, investor dapat mencermati berbagai sentimen setiap hari yang bisa mempengaruhi situasi pergerakan harga saham.

“Dan yang lebih penting lagi, BEI tetap berkomitmen dalam meningkatkan literatur dan literasi pasar modal di tanah air ini, serta yang paling esensial hal ini harus dilakukan secara berkesinambungan,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik BGN Andri Mulyono Jadi Tersangka
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved