Sejahterakan Petani, Pemerintah Harus Pangkas Rantai Distribusi

Jum'at, 05 Maret 2021 - 04:44 WIB
loading...
A A A
Tidak sedikit petani yang akhirnya tidak mengharapkan anaknya menjadi petani. Rifai memaparkan hitungan bagaimana petani dapat hidup layak dengan pendapatan sekitar Rp3.500.000 per bulan.

Pertama, keuntungan harga jual gabah kering harus ada margin 30 persen. Dia menyebut harga gabah kering panen itu minimal Rp4.000/kg. “Saat ini, kebetulan saya di Lamongan, sekarang turun menjadi Rp3.400-3.500/kg,” katanya. Kedua, AFI mengungkapkan petani harus menggarap, baik tanah sendiri maupun milik orang lain sekitar 3-4 hektar.

“Baru bisa hidup normal dan punya pendapatan Rp3.500.000/bulan. Kalau yang digarap seperempat (hektar) atau 2.000 meter persegi, mereka kadang bertani bukan soal bisa menjamin hidup atau tidak, tapi lahan itu menjadi identitas dan ada budaya yang melekat. Misalnya, warisan jadi sayang kalau tidak digarap,” katanya.

Baca juga: 15 Kampus Terbaik Asia-Asia Tenggara Bidang Pertanian dan Kehutanan versi QS WUR

Luas lahan pertanian sawah Indonesia sekitar 7,5 juta hektar. API menyatakan masih ada cadangan lahan yang bisa digarap dalam rangka ekstensifikasi. Rifai mengatakan produksi gabah Indonesia bisa mencapai 7-8 ton per ke hektar. Bahkan, ada yang bisa 12 ton. Dia mengungkapkan di Vietnam produksi 5-6 ton per hektar.

Bedanya, mereka jumlah lahan luas dan penduduk tidak sebanyak Indonesia. Kini, Vietnam menjadi eksportir beras. AFI yakin Indonesia bisa swasembada asal ada komitmen dari negara. Pemerintah harus melakukan reforma agraria dalam rangka memperbaiki struktur cadangan lahan abadi untuk produksi pangan.

“Kalau enggak segera direalisasikan. Kita tinggal menunggu waktu menjadi negara pengimpor beras terbesar. Semakin lama, lahan (pertanian) tergerus oleh konversi lahan. Dari lahan sawah menjadi perumahan, jalan, dan infrastruktur,” pungkasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Solusi Logistik Modern:...
Solusi Logistik Modern: Kunci Sukses Bisnis Tekan Biaya dan Efisiensi Operasional
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Rekomendasi
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Berita Terkini
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved