Bulog Klaim Cadangan Beras Mencapai 1,4 Juta Ton
Senin, 18 Mei 2020 - 21:51 WIB
loading...
Perum Bulog mencatat cadangan beras pemerintah hingga bulan Mei 2020 sebanyak 1,4 juta ton yang akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perum Bulog mencatat cadangan beras pemerintah hingga bulan Mei 2020 sebanyak 1,4 juta ton yang akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama masa pandemi virus corona atau Covid-19. Sementara sekitar 100 ribu ton merupakan beras komersial.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, stok beras tersebut telah tersebar di seluruh gudang Bulog. "Awal Mei stok beras situasi Bulog 1,4 juta ton tersebar ke seluruh Indonesia. Meskipun 7 provinsi defisit, selama 3 hari kita selesaikan," urainya melalui diskusi virtual, Senin (18/5/2020).
Tri merinci untuk serapan beras per hari saat ini mencapai 15.000 ton. Sementara untuk beras yang dikeluarkan dari Gudang untuk kebutuhan operasi pasar sekitar 5.000-6.000 ton per hari.
Serapan beras paling tinggi berada di kawasan Sulawesi Selatan yang mencapai rata-rata 5.000 per hari. Lalu beberapa daerah serapan lainnya seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Pulau Jawa. "Untuk Jawa, bagian selatan mulai panen lagi. Sementara untuk bagian utara langsung tanam. Cilacap panen, Sukabumi selatan panen," imbuhnya.
Diterangkan permintaan beras di tengah pandemi virus saat ini cukup tinggi. Namun, hal ini dapat diimbangi dengan masuknya musim panen di beberapa daerah yang terjadi bulan Mei - Juni. Kondisi ini juga dapat menutup defisitnya beras yang terjadi di beberapa wilayah.
Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan, stok beras tersebut telah tersebar di seluruh gudang Bulog. "Awal Mei stok beras situasi Bulog 1,4 juta ton tersebar ke seluruh Indonesia. Meskipun 7 provinsi defisit, selama 3 hari kita selesaikan," urainya melalui diskusi virtual, Senin (18/5/2020).
Tri merinci untuk serapan beras per hari saat ini mencapai 15.000 ton. Sementara untuk beras yang dikeluarkan dari Gudang untuk kebutuhan operasi pasar sekitar 5.000-6.000 ton per hari.
Serapan beras paling tinggi berada di kawasan Sulawesi Selatan yang mencapai rata-rata 5.000 per hari. Lalu beberapa daerah serapan lainnya seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Pulau Jawa. "Untuk Jawa, bagian selatan mulai panen lagi. Sementara untuk bagian utara langsung tanam. Cilacap panen, Sukabumi selatan panen," imbuhnya.
Diterangkan permintaan beras di tengah pandemi virus saat ini cukup tinggi. Namun, hal ini dapat diimbangi dengan masuknya musim panen di beberapa daerah yang terjadi bulan Mei - Juni. Kondisi ini juga dapat menutup defisitnya beras yang terjadi di beberapa wilayah.
Lihat Juga :