Tangkal Hoaks Seputar Vaksin di RI, Begini Upaya Google
Minggu, 07 Maret 2021 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Yulita Priyoningsih Sub Koordinator Pembelajaran Khusus, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud menyampaikan bahwa program Tular Nalar yang digagas oleh Maarif Institute merupakan contoh baik implementasi kolaborasi antara Kemdikbud dan Masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi media, khususnya media digital untuk mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan penyebarluasan berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Penguatan literasi media bagi dosen-dosen, mahasiswa dan masyarakat luas menjadi salah satu perwujudan tridharma perguruan tinggi,” kata dia.
Baca Juga: Facebook Platform Digital Terbanyak Sebarkan Hoaks Vaksin Covid-19
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A. Pangerapan, memberikan apresiasi positif dengan kehadiran situs tularnalar.id ini. Sebagaimana data yang ada, sejak januari tahun 2020 hingga januari 2021 ada sekitar 1500 hoaks tentang covid 19, terbayang berapa kerugian dan kekacauan yang terjadi di masyarakat yang mungkin termakan oleh hoaks.
“Semoga platform pembelajaran yang bertujuan sebagai sarana edukasi dalam pembekalan keterampilan berfiki kritis ini dapat menciptakan masyarakat yang tahu, tanggal dan tangguh menangkal hoaks,” kata dia.
Sejak tengah 2020 lalu, program tersebut akan melatih 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di 23 kota di Indonesia tentang cara mengidentifikasi dan memerangi misinformasi, selain membekali mereka dengan keterampilan literasi media yang relevan. Untuk menjangkau public yang lebih luas, konsorsium Tular Nalar juga meluncurkan situs tularnalar.id untuk memberikan akses kepada dosen, guru, siswa dan publik yang lebih luas untuk bersama-sama belajar melawan hoaks.
Baca Juga: Facebook Platform Digital Terbanyak Sebarkan Hoaks Vaksin Covid-19
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A. Pangerapan, memberikan apresiasi positif dengan kehadiran situs tularnalar.id ini. Sebagaimana data yang ada, sejak januari tahun 2020 hingga januari 2021 ada sekitar 1500 hoaks tentang covid 19, terbayang berapa kerugian dan kekacauan yang terjadi di masyarakat yang mungkin termakan oleh hoaks.
“Semoga platform pembelajaran yang bertujuan sebagai sarana edukasi dalam pembekalan keterampilan berfiki kritis ini dapat menciptakan masyarakat yang tahu, tanggal dan tangguh menangkal hoaks,” kata dia.
Sejak tengah 2020 lalu, program tersebut akan melatih 26.700 guru, dosen, dan guru honorer di 23 kota di Indonesia tentang cara mengidentifikasi dan memerangi misinformasi, selain membekali mereka dengan keterampilan literasi media yang relevan. Untuk menjangkau public yang lebih luas, konsorsium Tular Nalar juga meluncurkan situs tularnalar.id untuk memberikan akses kepada dosen, guru, siswa dan publik yang lebih luas untuk bersama-sama belajar melawan hoaks.
(nng)
Lihat Juga :