Samara Suites Jadi Ladang Investasi Menggiurkan di Pusat Bisnis Jakarta
Senin, 08 Maret 2021 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Menyoal investasi, Samara Suites telah mengalami kenaikan harga (capital gain) lebih dari 100% sejak awal dirilis. Bila saat awal diluncurkan harga masih berkisar Rp26 juta per meter persegi, kini harganya sekitar Rp55 juta per meter persegi.
Untuk pendapatan pasif dari sewa unit pun terbilang menggiurkan. Pasalnya, yield unit apartemen ini bermain di kisaran 7%-12% per tahun.
Edi melihat, apartemen yang banyak terkoreksi saat ini, umumnya yang berada di dalam satu kawasan superblok dengan jumlah unit yang banyak. Investasi di Samara Suites termasuk yang tidak tergerus kondisi ekonomi saat ini, karena hanya memiliki single tower dengan hanya 292 unit.
Lokasinya juga berada di tengah pengembangan mixed-use Synthesis Square, ketika perkantoran di sini bisa menjadi captive market untuk apartemen sewa. Potensi sewa Samara Suites juga bakal terdongkrak dengan rampungnya pusat training Bank BRI se-Indonesia di sebelah Synthesis Square.
“Syntheis Square dirancang menjadi kawasan mixed-use dengan dua tower office dan satu tower apartemen. Saat ini, office tower pertama telah tersewa 90%. Satu tower office lagi akan dikembangkan dengan kelas premium setinggi lebih dari 40 lantai,” ungkap Edi.
Untuk menuntaskan penjualan Samara Suites, imbuhnya, pihak pengembang melakukan strategi dengan memberikan harga dan cara bayar yang bisa di-customized. Jadi, bila berminat, calon konsumen bisa melakukan negosiasi harga dan memilih cara bayar yang diinginkan.
“Uang muka dan termin pembayaran bisa dinegosiasikan sesuai kebutuhan konsumen. Hingga saat ini, cara tunai bertahap (installment) selama dua tahun masih menjadi pilihan utama dengan DP 20%. Nah, bila konsumen membayar DP sekarang, Bulan April sudah bisa pindah ke Samara Suites,” jelas Edi.
Untuk pendapatan pasif dari sewa unit pun terbilang menggiurkan. Pasalnya, yield unit apartemen ini bermain di kisaran 7%-12% per tahun.
Edi melihat, apartemen yang banyak terkoreksi saat ini, umumnya yang berada di dalam satu kawasan superblok dengan jumlah unit yang banyak. Investasi di Samara Suites termasuk yang tidak tergerus kondisi ekonomi saat ini, karena hanya memiliki single tower dengan hanya 292 unit.
Lokasinya juga berada di tengah pengembangan mixed-use Synthesis Square, ketika perkantoran di sini bisa menjadi captive market untuk apartemen sewa. Potensi sewa Samara Suites juga bakal terdongkrak dengan rampungnya pusat training Bank BRI se-Indonesia di sebelah Synthesis Square.
“Syntheis Square dirancang menjadi kawasan mixed-use dengan dua tower office dan satu tower apartemen. Saat ini, office tower pertama telah tersewa 90%. Satu tower office lagi akan dikembangkan dengan kelas premium setinggi lebih dari 40 lantai,” ungkap Edi.
Untuk menuntaskan penjualan Samara Suites, imbuhnya, pihak pengembang melakukan strategi dengan memberikan harga dan cara bayar yang bisa di-customized. Jadi, bila berminat, calon konsumen bisa melakukan negosiasi harga dan memilih cara bayar yang diinginkan.
“Uang muka dan termin pembayaran bisa dinegosiasikan sesuai kebutuhan konsumen. Hingga saat ini, cara tunai bertahap (installment) selama dua tahun masih menjadi pilihan utama dengan DP 20%. Nah, bila konsumen membayar DP sekarang, Bulan April sudah bisa pindah ke Samara Suites,” jelas Edi.
Lihat Juga :