Mau Garap Energi Surya dan Angin, Jangan Lupa Siapkan Sistem Penyimpanan

Senin, 08 Maret 2021 - 23:41 WIB
loading...
Mau Garap Energi Surya...
Tenaga surya dan angin akan menjadi energi baru terbarukan (EBT) yang dominan di masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan, tenaga surya dan angin akan menjadi energi baru terbarukan (EBT) yang dominan di masa depan. Namun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) bersifat intermittent dimana hanya menghasilkan listrik ketika ada panas matahari dan angin yang berhembus.

Baca Juga: PLTS Terkendala Pembiayaan, Kementerian ESDM Colek Perbankan

Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS) untuk menyimpan energi yang dihasilkan. Beberapa model peta jalan energi global menunjukkan bahwa 50% energi akan berasal dari surya dan angin.

"Dengan sifatnya yang intermittent, maka membutuhkan penyimpanan. Ketika pembangkit listrik itu menghasilkan energi dan tidak dipakai, maka bisa disimpan dalam storage. Ketika kita membutuhkan energi itu, maka bisa digunakan dari storage," ujarnya dalam Forum Teknologi dan Inovasi Energi Masa Depan yang bertajuk "Imagining Indonesia’s Energy Future", Senin (8/3/2021).

Menurut dia, tren secara global pada tahun 2050 dari sisi teknologi akan terjadi penurunan harga teknologi surya, angin, dan baterai. Baterai dalam 10 tahun terakhir harganya sudah turun 89%. Demikian juga dengan teknologi surya yang turun 89% dan angin turun 59%.

"Untuk itu, kombinasi dari baterai dan variabel energi diharapkan bisa menjadi solusi yang andal dan efektif," ungkapnya.

Baca Juga: Mau Pasang PLTS Atap Biar Hemat? Cek Nih Aplikasinya

Fabby menuturkan, untuk mencapai target bauran energi sesuai dalam Perjanjian Paris, maka harus ada penambahan pembangkit EBT sebesar 15-20 gigawatt (GW) setiap tahunnya. Dalam perhitungannya, sekitar 50% dari kapasitas pembangkit berasal dari surya dan angin.

Dengan penetrasi Variable Renewable Energy (VRE) seperti PLTS dan PLTB yang bersifat intermittent yang lebih besar, maka energy storage diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem. "Dengan kondisi ini maka energy storage baik utility scale dan small scale sangat dibutuhkan," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
PLN EPI Siapkan Infrastruktur...
PLN EPI Siapkan Infrastruktur Gas, Kebutuhan Energi Primer Diproyeksi Tumbuh 5% per Tahun
Sokoguru Policy Forum:...
Sokoguru Policy Forum: Bedah Strategi Penguatan Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
GEM Perkuat Standar...
GEM Perkuat Standar K3 dan APD demi Keselamatan Pekerja
Kebut Transisi Energi,...
Kebut Transisi Energi, PLTS 1,3 GW Sudah Terealisasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Legislator PAN Dorong...
Legislator PAN Dorong Pemerintah Terus Upayakan Transisi Energi Ramah Lingkungan
Rekomendasi
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved