Jos Gandhos! Solo Kini Punya Sekolah Meracik Jamu ala Barista
Rabu, 10 Maret 2021 - 19:17 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Instagram
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap I di BLK Surakarta, hari Kamis (10/3/2021). Dengan didampingi Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Ida juga meresmikan kejuruan baru di BLK Surakarta, yaitu pelatihan barista jamu .
Baca Juga: Melahirkan Barista Kreatif dan Berjiwa Entrepreneurship
Ida mengatakan, pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak terhadap sektor Kesehatan, namun juga sektor ekonomi dan sosial. Salah satu dampak yang terlihat adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Hal unik yang terjadi di tengah masyarakat selama pandemi, lanjut Ida, adanya kenaikan konsumsi masyarakat terhadap jamu.
Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLK Surakarta menggelar pelatihan barista jamu untuk menyiapkan SDM kompeten di sektor yang tengah digemari masyarakat tersebut.
"Yang baru dari BLK Surakarta ini ada barista jamu, saya kira konsumsi jamu pada saat pandemi COVID-19 ini meningkat, yang menyesuaikan pada kebutuhan masyarakat untuk sehat. Jadi ada kedekatannya dengan barista tapi pengolahan jamu, minuman yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Ida.
Ida menjelaskan, Surakarta adalah salah satu daerah yang UMKM-nya berkembang pesat. Ia meminta BLK Surakarta dengan dukungan Pemda setempat untuk selalu menyesuaikan pelatihan dengan perkembangan industri setempat. Sehingga SDM yang dilahirkan BLK Surakarta mampu mengisi kebutuhan dunia usaha/industri.
"Saya minta kepada BLK Surakarta untuk selalu mengikuti kebutuhan masyarakat, kebutuhan dunia usaha dan industri, tadi juga ditandatangani perjanjian kerja bersama Pemerintah Kota Surakarta dengan dunia usaha dan industri," katanya.
Baca Juga: Melahirkan Barista Kreatif dan Berjiwa Entrepreneurship
Ida mengatakan, pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak terhadap sektor Kesehatan, namun juga sektor ekonomi dan sosial. Salah satu dampak yang terlihat adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Hal unik yang terjadi di tengah masyarakat selama pandemi, lanjut Ida, adanya kenaikan konsumsi masyarakat terhadap jamu.
Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan melalui BLK Surakarta menggelar pelatihan barista jamu untuk menyiapkan SDM kompeten di sektor yang tengah digemari masyarakat tersebut.
"Yang baru dari BLK Surakarta ini ada barista jamu, saya kira konsumsi jamu pada saat pandemi COVID-19 ini meningkat, yang menyesuaikan pada kebutuhan masyarakat untuk sehat. Jadi ada kedekatannya dengan barista tapi pengolahan jamu, minuman yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Ida.
Ida menjelaskan, Surakarta adalah salah satu daerah yang UMKM-nya berkembang pesat. Ia meminta BLK Surakarta dengan dukungan Pemda setempat untuk selalu menyesuaikan pelatihan dengan perkembangan industri setempat. Sehingga SDM yang dilahirkan BLK Surakarta mampu mengisi kebutuhan dunia usaha/industri.
"Saya minta kepada BLK Surakarta untuk selalu mengikuti kebutuhan masyarakat, kebutuhan dunia usaha dan industri, tadi juga ditandatangani perjanjian kerja bersama Pemerintah Kota Surakarta dengan dunia usaha dan industri," katanya.
Lihat Juga :