Proyek Jalan Tol Bisa Lancar, LPI Disebut Jadi Solusi Pendanaan Baru
Rabu, 10 Maret 2021 - 20:18 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi asetnya sendiri direcycle, tidak full divestment. Jasa Marga sudah beberapa kali melakukan asset recycling maupun equity fundraising baik itu melalui direct investment yang kita lakukan di tahun 2017 dengan melakukan divestasi sebagian ruas Semarang-Solo maupun di ruas JORR. Selain itu, kami juga sudah memperkenalkan Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT),” jelasnya.
Donny menambahkan, jika dinilai secara aset perseroan sudah sangat siap untuk SWF. Namun, pihaknya tetap melakukan pemilihan untuk tahap awal. Sehingga terang dia, saat ini ada sembilan proyek jalan tol yang masuk sebagai ruas potensial Jasa Marga untuk SWF.
Baca Juga: Gaet Investor Lewat SWF, Jasa Marga Tawarkan 21 Aset Jalan Tol
Adapun sembilan ruas tersebut yakni Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Gempol-Pandaan, Jalan Tol Pandaan-Malang, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Manado-Bitung dan Jalan Tol Bali Mandara.
“Namun dapat kami sampaikan, sembilan ruas ini ke depannya pun juga dapat diganti sesuai dengan risk appetite dari INA sendiri. Untuk di tahun ini, kami targetkan sekitar 2-3 ruas jalan tol yang terealisasi. Kami terus melakukan persiapan di internal untuk menyiapkan aset-aset ini dalam investment book, sehingga kita harapkan transaksi dapat kita lakukan dalam waktu yang cukup singkat,” jelas Donny.
Donny menambahkan, jika dinilai secara aset perseroan sudah sangat siap untuk SWF. Namun, pihaknya tetap melakukan pemilihan untuk tahap awal. Sehingga terang dia, saat ini ada sembilan proyek jalan tol yang masuk sebagai ruas potensial Jasa Marga untuk SWF.
Baca Juga: Gaet Investor Lewat SWF, Jasa Marga Tawarkan 21 Aset Jalan Tol
Adapun sembilan ruas tersebut yakni Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Gempol-Pandaan, Jalan Tol Pandaan-Malang, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Manado-Bitung dan Jalan Tol Bali Mandara.
“Namun dapat kami sampaikan, sembilan ruas ini ke depannya pun juga dapat diganti sesuai dengan risk appetite dari INA sendiri. Untuk di tahun ini, kami targetkan sekitar 2-3 ruas jalan tol yang terealisasi. Kami terus melakukan persiapan di internal untuk menyiapkan aset-aset ini dalam investment book, sehingga kita harapkan transaksi dapat kita lakukan dalam waktu yang cukup singkat,” jelas Donny.
(akr)
Lihat Juga :