Wow! Utang Luar Negeri per Januari Capai Rp5.889,8 Triliun
Senin, 15 Maret 2021 - 10:54 WIB
loading...
A
A
A
"Utang luar negeri pemerintah dikelola secara terukur dan berhati-hati untuk mendukung belanja prioritas antara lain sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,6%), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,1%), sektor jasa pendidikan (16,2%), sektor konstruksi (15,2%), dan sektor jasa keuangan dan asuransi (13,0%)," jelas Erwin.
Baca Juga: Refly Harun Dukung Amendemen Konstitusi Periode Jabatan Presiden
Di bagian lain, utang luar negeri swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan utang luar negeri swasta pada akhir Januari 2021 tercatat 2,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,8% (yoy).
Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan utang luar negeri lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. Pada akhir Januari 2021, utang luar negeri PBLK tumbuh sebesar 4,9% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy).
Selain itu, kontraksi utang luar negeri LK tercatat sebesar 6,1% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 4,7% (yoy). Berdasarkan sektornya, utang luar negeri terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari total utang luar negeri swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.
Baca Juga: Refly Harun Dukung Amendemen Konstitusi Periode Jabatan Presiden
Di bagian lain, utang luar negeri swasta tumbuh melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan utang luar negeri swasta pada akhir Januari 2021 tercatat 2,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,8% (yoy).
Perkembangan ini didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan utang luar negeri lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam. Pada akhir Januari 2021, utang luar negeri PBLK tumbuh sebesar 4,9% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,3% (yoy).
Selain itu, kontraksi utang luar negeri LK tercatat sebesar 6,1% (yoy), lebih dalam dari kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 4,7% (yoy). Berdasarkan sektornya, utang luar negeri terbesar dengan pangsa mencapai 77,0% dari total utang luar negeri swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan.
(fai)
Lihat Juga :