85% Tenaga Kerja Operator di Tangguh LNG Berasal dari Papua, Kata Menteri Arifin Loh

Rabu, 17 Maret 2021 - 10:06 WIB
loading...
85% Tenaga Kerja Operator...
Sebanyak 85% tenaga kerja operator di Tangguh LNG berasal dari Papua. Hal ini disampakan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan komitmen pemerintah bahwa pada tahun 2029 mendatang, sebanyak 85% tenaga kerja operator di Tangguh LNG berasal dari Papua . Hal ini disampakan Menteri ESDM saat menghadiri Wisuda Program Operation and Maintenance Papuan Technician Apprentice BP Berau, yang dilangsungkan virtual, Selasa (16/3).

Baca Juga: Menteri ESDM Arifin Tasrif: Kejayaan Migas Telah Berlalu

Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP Berau atas dedikasi yang diberikan dalam melaksanakan program magang khususnya kepada anak-anak negeri yang berasal dari Papua Barat tersebut.

"Diharapkan para lulusan berhasil menjadi bagian dari pengoperasian Tangguh LNG sehingga akan memberikan dampak bagi kesejahteraan keluarga dan juga masyarakat yang berada di sekitar operasi Tangguh LNG pada khususnya dan masyarakat Papua Barat pada umumnya," ujarnya.

Dengan semakin banyaknya anak-anak negeri yang berkiprah dalam industri migas, Arifin berharap dapat berdampak nyata pada perbaikan kinerja industri migas setempat. Sejak program magang ini dimulai tahun 2016, hingga saat ini sebanyak 71 peserta telah menyelesaikan program magang tersebut, di mana 68 orang di antaranya telah bekerja di Tangguh LNG.

Wisudawan pada periode ketiga ini telah melewati masa pelatihan selama tiga tahun. Ilmu dan keterampilan yang dipelajari tidak hanya bermanfaat dalam mengoperasikan kilang LNG Tangguh, tetapi juga berbagai kilang di Indonesia maupun luar negeri.

"Melalui program magang selama tiga tahun, saya berharap para peserta mampu memenuhi standar tinggi yang diperlukan dari seorang tenaga profesional di industri migas," tambahnya.

Dia juga mengingatkan, agar wisudawan tidak lantas berpuas diri. Sebaliknya, harus terus meningkatkan kemampuan diri masing-masing sehingga kelak tidak hanya sekadar menjadi tenaga operator akan tetapi juga menjadi salah satu jajaran pimpinan atau bahkan menjadi ahli di berbagai perusahaan migas di dalam maupun luar negeri.

Dalam pengelolaan industri migas untuk menuju masyarakat yang sejahtera, juga dibutuhkan peran pemerintah daerah dan perusahaan migas. Ke depan, jajaran Pemerintah Daerah di Provinsi Papua Barat, diikuti oleh Pemerintah Daerah lainnya, dapat mendorong pembentukan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang migas bagi anak-anak daerah setempat sehingga kelak dapat menjadi bagian dalam pengelolaan industri migas di masing-masing daerah.

"Perusahaan-perusahaan migas juga kami dorong untuk dapat mendukung program pendidikan dan pelatihan tersebut melalui pemberian bantuan tenaga pengajar, fasilitas peralatan atau kesempatan untuk praktik di lapangan bagi para peserta. Hal ini dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan di daerah," jelas Arifin.

Baca Juga: Freeport dan Pertamina Disentil Menteri ESDM Arifin Tasrif

Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani berharap agar para wisudawan dapat menjadi role model bagi saudara-saudaranya di Papua. Ia juga mengharapkan agar mereka menjaga profesionalisme dan integritas. "Jaga profesionalisme, jaga integritas. Buktikan pada dunia bahwa anak Papua bisa. Anak Papua hebat," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Stok Ikan Melimpah,...
Stok Ikan Melimpah, KNMP Dapat Kembalikan Kejayaan Papua sebagai Lumbung Tuna
61 Tahun Melayani: PGN...
61 Tahun Melayani: PGN Terus Bergerak Menjadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Rekomendasi
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved