Soal Paspor Vaksin, Etika & Privasi Masih Jadi Kendala

Rabu, 17 Maret 2021 - 17:31 WIB
loading...
Soal Paspor Vaksin,...
Ilustrasi. FOTO/ABC News
A A A
JAKARTA - Tak hanya di China, di beberapa negara lain juga sudah meluncurkan paspor vaksin digital, termasuk Israel, yang sejauh ini memiliki angka vaksinasi tertinggi di dunia. Februari lalu, Pemerintah Israel memperkenalkan 'paspor hijau' digital, sertifikat inokulasi yang memberikan keleluasaan pada warga yang sudah divaksinasi.

Dilansir dari ABC News, warga Israel yang telah divaksi diizinkan mengunjungi tempat-tempat yang tidak bisa dikunjungi warga yang belum divaksinasi, seperti bar, hotel, kolam renang dan gym. Meski begitu, skema serupa masih belum dilakukan di Amerika Serikat dan Eropa karena adanya perdebatan etis terkait ketidaksetaraan dan data pribadi.

Baca Juga: WHO Tolak Ide Penerbitan Paspor Vaksin untuk Pelancong Internasional

Namun Inggris dan Amerika Serikat, dua negara yang juga sudah melakukan vaksinasi besar-besaran, belum ada aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah. Di Inggris, penambahan informasi warga ke dalam aplikasi Sistem Layanan Kesehatan Nasional (NHS) telah ditolak oleh 200.000 warganya melalui petisi, sehingga memaksa parlemen untuk memperdebatkannya kembali.

Menurut laporan BBC, warga yang menolak mengatakan tindakan ini akan menciptakan masyarakat dua kelas di mana beberapa orang dapat mengakses bantuan dan merasakan kebebasan, sementara yang lainnya tidak, terutama kaum marginal.

Baca Juga: Wih! China Bikin Paspor Vaksin Bisa Diakses via WeChat

Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden masih bergerak hati-hati sejak menandatangani perintah eksekutif di bulan Januari, untuk melakukan digitisasi dan membagikan data vaksinasi. Masalah data pribadi tampaknya telah mengikis antusiasme pihak administrasi, melihat kejadian baru-baru ini di mana juru bicara AS menolak panggilan masuk dari industri pariwisata yang menuntut ketegasan mereka tentang hal ini.

"Sekarang fokus kami sebagai pemerintah AS adalah melakukan vaksinasi sebanyak mungkin," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki. "Dan kami akan mempertimbangkan bagaimana menyimpan data itu di tengah semakin banyaknya orang yang divaksinasi. Namun, kami akan mengerahkan energi dan sumber daya kami," imbuhnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Rekomendasi
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved