Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Butuh Dana Besar, APBN dan APBD Engga Sanggup
Kamis, 18 Maret 2021 - 11:11 WIB
loading...
A
A
A
Tentu saja upaya kerjasama global ini menguntungkan Indonesia karena Indonesia rentan perubahan iklim. Lantaran banyak terjadi bencana alam yang disebabkan perubahan iklim. "Yang kita dapat saksikan bencana alam terkait perubahan iklim cukup meningkat. Dampaknya signfikan terhadap ekonomi," tandasnya.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Harus Konsisten Dilaksanakan
Indonesia dinilai membutuhkan anggaran dana hingga Rp3.461 triliun untuk memenuhi capaian penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi GKR sebesar 26 persen pada 2020 dan 29% di 2030.
Namun, jika mendapat bantuan internasional targetnya meningkat hingga 41%. Berdasarkan Second Biennial Update Report (BUR) 2018, Indonesia menyampaikan estimasi kebutuhan pendanaan untuk mencapai target penurunan emisi pada 2030 mencapai USD247,2 miliar atau sekitar Rp3.461 triliun.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Harus Konsisten Dilaksanakan
Indonesia dinilai membutuhkan anggaran dana hingga Rp3.461 triliun untuk memenuhi capaian penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi GKR sebesar 26 persen pada 2020 dan 29% di 2030.
Namun, jika mendapat bantuan internasional targetnya meningkat hingga 41%. Berdasarkan Second Biennial Update Report (BUR) 2018, Indonesia menyampaikan estimasi kebutuhan pendanaan untuk mencapai target penurunan emisi pada 2030 mencapai USD247,2 miliar atau sekitar Rp3.461 triliun.
(akr)
Lihat Juga :