Industri Semen Mulai Bangkit Berkat Sejumlah Kebijakan Pemerintah
Jum'at, 19 Maret 2021 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara Bisa Pengaruhi Bursa Saham Global
Hasilnya, marjin laba bruto meningkat 1,6% menjadi 36,1% pada tahun 2020 dibandingkan tahun lalu sebesar 34,5% walaupun terjadi penurunan nilai rupiah sebesar 7,0% dari Rp5.500,3 miliar menjadi Rp5.113,6. Marjin EBITDA meningkat signifikan 3,5% dari 19,6% menjadi 23,1% dan marjin laba usaha meningkat 1,2% dari 12,0% menjadi 13,2% pada tahun 2020.
Perusahaan mencatat pendapatan keuangan-neto yang lebih rendah sebesar 27,0% dari Rp352,5,2 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp257,4 miliar pada tahun 2020 yang disebabkan oleh suku bunga yang relatif lebih rendah di tahun 2020.
Laba tahun berjalan menurun sebesar 1,6% menjadi Rp1.806,3 miliar pada tahun 2020 dibanding Rp1.835,3 miliar pada tahun lalu, namun penurunan persentase tersebut lebih rendah dibandingkan dengan penurunan persentase total pendapatan yang disebabkan terutama oleh upaya penghematan biaya berkelanjutan yang disebutkan sebelumnya.
Hasilnya, marjin laba bruto meningkat 1,6% menjadi 36,1% pada tahun 2020 dibandingkan tahun lalu sebesar 34,5% walaupun terjadi penurunan nilai rupiah sebesar 7,0% dari Rp5.500,3 miliar menjadi Rp5.113,6. Marjin EBITDA meningkat signifikan 3,5% dari 19,6% menjadi 23,1% dan marjin laba usaha meningkat 1,2% dari 12,0% menjadi 13,2% pada tahun 2020.
Perusahaan mencatat pendapatan keuangan-neto yang lebih rendah sebesar 27,0% dari Rp352,5,2 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp257,4 miliar pada tahun 2020 yang disebabkan oleh suku bunga yang relatif lebih rendah di tahun 2020.
Laba tahun berjalan menurun sebesar 1,6% menjadi Rp1.806,3 miliar pada tahun 2020 dibanding Rp1.835,3 miliar pada tahun lalu, namun penurunan persentase tersebut lebih rendah dibandingkan dengan penurunan persentase total pendapatan yang disebabkan terutama oleh upaya penghematan biaya berkelanjutan yang disebutkan sebelumnya.
(her)
Lihat Juga :