Industri Semen Mulai Bangkit Berkat Sejumlah Kebijakan Pemerintah
Jum'at, 19 Maret 2021 - 19:02 WIB
loading...
A
A
A
David juga memperkirakan, pertumbuhan konsumsi semen yang lebih kuat akan terjadi pada semester ke-2 tahun ini, khususnya semen curah dengan dimulainya beberapa proyek besar baik infrastruktur, pembangunan pabrik-pabrik baru, proyek smelting dan pembangunan kawasan industri dan pariwisata baru serta proyek-proyek perumahan dari berbagai developer.
Baca Juga : 99% UMKM Kena Pandemi, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Harus Dimulai dari UMKM, Ini Solusinya
Indocement Tunggal Prakarsa membukukan volume keseluruhan penjualan domestik (semen dan klinker) sebesar 16,926 juta ton pada tahun 2020 atau lebih rendah 1,9 juta ton (-10,1%) dari tahun 2019. Volume domestik hanya untuk semen tercatat di angka 16,218 juta ton atau lebih rendah 1,63 juta ton atau (-9,1%), ini lebih baik dari penurunan permintaan semen domestik nasional sebesar -10,4% sehingga pangsa pasar INTP meningkat dari 25,5% di tahun 2019 menjadi 25,8% di tahun 2020.
“Pangsa pasar Indocement di Jawa dan luar Jawa mengalami pertumbuhan dari tahun lalu, dimana untuk Jawa meningkat 70 bps dari 34,1% menjadi 34,8% dan luar Jawa meningkat 80 bps dari 14,5% menjadi 15,3%,” jelasnya.
Pendapatan neto perusahaan juga menurun 11,0% menjadi Rp14.184,3 miliar dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp15.939,3 miliar yang disebabkan oleh kombinasi dari volume lebih rendah dan harga jual rata-rata campuran (konsolidasi) yang lebih rendah juga. Meskipuna harga jual semen rata-rata domestik sebenarnya dapat dipertahankan naik tipis sebesar 1% dibandingkan tahun lalu.
Disisi lain, beban pokok pendapatan pada tahun 2020 turun 13,1% dari Rp10.439,0 miliar menjadi Rp9.070,8 miliar sebagai dampak dari penurunan volume penjualan dan keseluruhan harga batu bara yang lebih rendah di tahun 2020, termasuk upaya penghematan yang berkelanjutan atas biaya produksi terutama biaya energi seperti peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif.
Baca Juga : 99% UMKM Kena Pandemi, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Harus Dimulai dari UMKM, Ini Solusinya
Indocement Tunggal Prakarsa membukukan volume keseluruhan penjualan domestik (semen dan klinker) sebesar 16,926 juta ton pada tahun 2020 atau lebih rendah 1,9 juta ton (-10,1%) dari tahun 2019. Volume domestik hanya untuk semen tercatat di angka 16,218 juta ton atau lebih rendah 1,63 juta ton atau (-9,1%), ini lebih baik dari penurunan permintaan semen domestik nasional sebesar -10,4% sehingga pangsa pasar INTP meningkat dari 25,5% di tahun 2019 menjadi 25,8% di tahun 2020.
“Pangsa pasar Indocement di Jawa dan luar Jawa mengalami pertumbuhan dari tahun lalu, dimana untuk Jawa meningkat 70 bps dari 34,1% menjadi 34,8% dan luar Jawa meningkat 80 bps dari 14,5% menjadi 15,3%,” jelasnya.
Pendapatan neto perusahaan juga menurun 11,0% menjadi Rp14.184,3 miliar dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp15.939,3 miliar yang disebabkan oleh kombinasi dari volume lebih rendah dan harga jual rata-rata campuran (konsolidasi) yang lebih rendah juga. Meskipuna harga jual semen rata-rata domestik sebenarnya dapat dipertahankan naik tipis sebesar 1% dibandingkan tahun lalu.
Disisi lain, beban pokok pendapatan pada tahun 2020 turun 13,1% dari Rp10.439,0 miliar menjadi Rp9.070,8 miliar sebagai dampak dari penurunan volume penjualan dan keseluruhan harga batu bara yang lebih rendah di tahun 2020, termasuk upaya penghematan yang berkelanjutan atas biaya produksi terutama biaya energi seperti peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif.
Lihat Juga :