Demi Pedagang Kecil, Bupati Kendal Minta Kemendag Bangun Pasar Weleri

Jum'at, 19 Maret 2021 - 23:30 WIB
loading...
Demi Pedagang Kecil,...
Kondisi Pasar Weleri usai terbakar. Foto: iNews/Eddie Prayitno
A A A
JAKARTA - Bupati Kendal Dico Ganinduto meminta Wamendag Jerry Sambuaga untuk ikut membantu perekonomian Kendal yang tengah bangkit. Menurutnya, peran Kementerian Perdagangan (Kemendag) sangat vital dalam mendukung kelancaran distribusi hasil produk Kendal maupun dalam menunjang sarana dan prasarana.

Kendal sendiri saat ini sudah punya kawasan ekonomi Kendal dengan sektor yang akan dikembangkan adalah tekstil dan busana, makanan dan minuman, elektronik, furniture, dan otomotif. ( Baca juga:Mendag: Puasa Harga Cabai Bisa Rp15.000 per Kg )

Menurut Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus RI, KEK Kendal unggul dalam sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi (high tech products/HTP). KEK Kendal juga diperangkati aplikasi khusus yang mendukung industri 4.0 serta logistik yang berbasis Industri 4.0. KEK Kendal diproyeksikan dapat menarik investasi sebesar Rp72T dan tenaga kerja sebanyak 20.000 orang hingga tahun 2025.

Jerry Sambuaga yang berkunjung di tengah upaya peningkatan sistem resi gudang (SRG) di Jawa Tengah mengatakan bahwa provinsi itu, khususnya daerah Kendal, akan menjadi sentra industri nasional yang sangat penting. Untuk itu Kemendag akan hadir untuk mendukung aspek perdagangannya.

Menurutnya beberapa langkah yang bisa dilakukan Kemendag adalah memastikan akses pasar, kelancaran supply bahan baku, pemenuhan standard, dan fasilitasi lainnya.

“Ini konsern kita bersama. Kita ingin pusat-pusat ekonomi didukung oleh semua stake holders dan kementerian maupun lembaga agar produk-produk Indonesia makin berdaya saing sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” kata Wamendag, Jumat (19/3/2021).

Menurut Jerry, perjanjian perdagangan adalah salah satu dari upaya untuk memperluas akses pasar, memfasilitasi peningkatan kapasitas, dan pengurangan hambatan perdagangan. Dengan beberapa perjanjian perdagangan yang telah diselesaikan, baik secara multilateral maupun bilateral, diharapkan makin banyak pengusaha Indonesia, termasuk yang ada di Kendal bisa memanfaatkan surat keterangan asal (SKA) agar produknya makin kompetitif.

Selain itu, para pengusaha, khususnya UMKM, diharapkan juga memanfaatkan program-program Kemendag terkait pelatihan dan fasilitasi ekspor. ( Baca juga:Kubu Moeldoko Akui Nazaruddin Senjata Strategis, Targetnya Cikeas Mendekat )

Dalam hal perdagangan rakyat dan perdagangan dalam negeri, Bupati Kendal meminta Kemendag bisa membantu pembangunan berbagai sarana, termasuk Pasar Weleri yang terbakar baru-baru ini. Pasalnya, Pasar Weleri sangat dibutuhkan kehadirannya, terutama oleh pedagang kecil yang memanfaatkannya untuk memasok kebutuhan masyarakat serta memasarkan hasil panen petani, peternak, dan perajin Kendal.

Menanggapi hal itu, Jerry berkata ia akan membantu memfasilitasi agar Pasar Weleri bisa dibangun kembali. “Puji syukur pembangunan akan segera dimulai. Kita berharap pasar bisa segera selesai mengingat perputaran ekonomi di Pasar Weleri ini sangat besar,” kata Jerry.

Baik Wamendag maupun Bupati Kendal sepakat bahwa kawasan perdagangan harus didesain untuk terkoneksi dan terintegrasi baik dengan sarana pendukung seperti kawasan pergudangan dan sarana transportasi. Ini agar bisa menekan harga sehingga lebih menguntungkan konsumen. Untuk itu, kedua belah pihak akan terus meningkatkan komunikasi dan sinergi ke depannya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Program MBG Bisa Genjot...
Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Rekomendasi
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved