Laba Pembangunan Perumahan Presisi Anjlok 82% di 2020
Sabtu, 20 Maret 2021 - 13:00 WIB
loading...
PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk (PPRE) hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp58,56 miliar di 2020. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pembangunan Perumahan Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan penurunan laba sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV/2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp58,56 miliar atau lebih rendah 82,32% dibanding tahun 2019 sebesar Rp331,27 miliar.
Baca Juga: DP Rumah Nol Persen Bakal Kerek Emiten Properti, Investor Diminta Hati-hati
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perseroan di kuartal IV/2020 tercatat sebesar Rp2,33 triliun atau turun 39,35% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,85 triliun, dengan laba per saham dasar Rp6.
Adapun pendapatan usaha perseroan terdiri atas konstruksi, persewaan peralatan dan ready mix. Pendapatan konstruksi tercatat Rp1,95 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,25 triliun; persewaan peralatan tercatat Rp240,31 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp224,55 miliar; ready mix tercatat Rp139,16 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp375,09 miliar.
PP Presisi mencatatkan adanya penurunan harga pokok pendapatan di kuartal IV/2020 menjadi Rp1,89 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3 triliun. Beban usaha mengalami penurunan menjadi Rp49,10 miliar dari sebelumnya Rp70,26 miliar dan beban penurunan nilai piutang mengalami kenaikan menjadi Rp4,58 miliar dari sebelumnya Rp2,84 miliar.
Baca Juga: DP Rumah Nol Persen Bakal Kerek Emiten Properti, Investor Diminta Hati-hati
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan perseroan di kuartal IV/2020 tercatat sebesar Rp2,33 triliun atau turun 39,35% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,85 triliun, dengan laba per saham dasar Rp6.
Adapun pendapatan usaha perseroan terdiri atas konstruksi, persewaan peralatan dan ready mix. Pendapatan konstruksi tercatat Rp1,95 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,25 triliun; persewaan peralatan tercatat Rp240,31 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp224,55 miliar; ready mix tercatat Rp139,16 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp375,09 miliar.
PP Presisi mencatatkan adanya penurunan harga pokok pendapatan di kuartal IV/2020 menjadi Rp1,89 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3 triliun. Beban usaha mengalami penurunan menjadi Rp49,10 miliar dari sebelumnya Rp70,26 miliar dan beban penurunan nilai piutang mengalami kenaikan menjadi Rp4,58 miliar dari sebelumnya Rp2,84 miliar.
Lihat Juga :