Pasca Pandemi, Pariwiata Bakal Ikut Mendongkrak Ekonomi Nasional
Senin, 22 Maret 2021 - 20:58 WIB
loading...
Kontribusi Pariwisata Terhadap PDB Bakal Meningkat
A
A
A
JAKARTA - Keindahan alam dan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, membuat negeri ini memiliki potensi wisata yang sangat besar. Bahkan pariwisata sempat digadang-gadang sebagai sektor yang akan dikembangkan sebagai kontributor PDB terbesar melampaui Migas sebagai sumberdaya yang tak terbarukan.
Sayang keadaan berkata lain, ketika Pandemi Covid 19 datang, sektor yang semula diharap cerah seketika berubah menjadi bidang yang paling keras menerima akibat pandemi. Perjalanan orang dibatasi, batas antar wilayah ditutup, hotel-hotel sepi, restoran merana, destinasi wisata senyap. Pandemi telah mengubah dan menjungkirbalikkan segalanya termasuk harapan pada pariwisata.
Baca Juga : Ini Daftar Negara yang Masuk Rencana Kerja Sama Travel Bubble
Namun di balik semua itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, setelah dilantik langsung menegaskan bahwa 2021 adalah momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sandiaga mengaku paham benar persoalan di sektor pariwisata karena sebelum menjabat sebagai Menparekraf, banyak bisnisnya bergerak pada sektor itu. Ia memastikan jika Indonesia serius maka 2021 adalah waktu yang tepat untuk berlari cepat menggerakkan pariwisata.
Tetapi untuk bisa mewujudkannya memang perlu keterlibatan banyak pihak sekaligus harus kreatif dan inovatif lantaran paradigma pariwisata saat ini juga mengalami perubahan yang signifikan.
Sandiaga mengatakan kementerian yang dipimpinnya sekarang punya strategi khusus untuk mendorong bangkitnya sektor pariwisata. Setidaknya, ada tiga pilar yang akan menjadi program Kemenparekraf/Baparekraf dalam membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2021. Pertama adalah inovasi, yakni diantaranya dengan pendekatan Big Data untuk memetakan potensi dan menguatkan berbagai aspek pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pilar kedua adalah adaptasi, dan pilar ketiga adalah kolaborasi.
Sayang keadaan berkata lain, ketika Pandemi Covid 19 datang, sektor yang semula diharap cerah seketika berubah menjadi bidang yang paling keras menerima akibat pandemi. Perjalanan orang dibatasi, batas antar wilayah ditutup, hotel-hotel sepi, restoran merana, destinasi wisata senyap. Pandemi telah mengubah dan menjungkirbalikkan segalanya termasuk harapan pada pariwisata.
Baca Juga : Ini Daftar Negara yang Masuk Rencana Kerja Sama Travel Bubble
Namun di balik semua itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, setelah dilantik langsung menegaskan bahwa 2021 adalah momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sandiaga mengaku paham benar persoalan di sektor pariwisata karena sebelum menjabat sebagai Menparekraf, banyak bisnisnya bergerak pada sektor itu. Ia memastikan jika Indonesia serius maka 2021 adalah waktu yang tepat untuk berlari cepat menggerakkan pariwisata.
Tetapi untuk bisa mewujudkannya memang perlu keterlibatan banyak pihak sekaligus harus kreatif dan inovatif lantaran paradigma pariwisata saat ini juga mengalami perubahan yang signifikan.
Sandiaga mengatakan kementerian yang dipimpinnya sekarang punya strategi khusus untuk mendorong bangkitnya sektor pariwisata. Setidaknya, ada tiga pilar yang akan menjadi program Kemenparekraf/Baparekraf dalam membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di tahun 2021. Pertama adalah inovasi, yakni diantaranya dengan pendekatan Big Data untuk memetakan potensi dan menguatkan berbagai aspek pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pilar kedua adalah adaptasi, dan pilar ketiga adalah kolaborasi.
Lihat Juga :