Bijak Kelola Keuangan, Kunci Utama UMKM Bertahan di Kala Pandemi

Minggu, 21 Maret 2021 - 16:02 WIB
loading...
Bijak Kelola Keuangan,...
Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Memulai usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dapat dimulai dari skala kecil, misalnya dari rumah. Tidak juga harus memiliki toko fisik di tahap awalnya. Apalagi di era digital saat ini, pemasaran hingga transaksi jual beli pun sudah mulai beralih secara daring (online).

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM serta Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017, kategori usaha di Indonesia yang paling banyak yaitu UMKM yang mencapai hampir 63 juta usaha atau sekitar 99,9%. Jauh lebih besar ketimbang usaha besar hanya sekitar 5.460 unit atau 0,01 persen.

Namun, di masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, para pelaku UMKM juga ikut terdampak. Tidak sedikit yang akhirnya harus berhenti alias gulung tikar. ( Baca juga:Ibu Kota Baru Untungkan Kalimantan Timur, tapi Bisa Rugikan Provinsi Lain )

Konsultan keuangan Temy Setiawan menilai pandemi menjadi momentum agar pelaku UMKM berinovasi. Salah satunya beralih ke digital. Faktor perkembangan UMKM saat ini didukung dengan pemanfaatan sarana teknologi, informasi dan komunikasi (TIK). Generasi saat ini sudah banyak yang melek teknologi. Karena itu, pola berdagang saat ini sudah mulai beralih ke digital.

“Bukan era atau budaya bisnis yang berubah, tetapi pandemi ini justru pemantik momentum untuk lebih beralih ke digital, mulai go digital. Dengan adanya kemajuan TIK, kondisi bisnis sudah berkembang pesat. Harusnya pelaku bisnis semakin termotivasi untuk meningkatkan bisnisnya,” papar Temy dalam diskusi virtual Smart Kelola Keuangan untuk Bisnis Rumahan, Sabtu (20/3/2021).

Saat ini pola konsumsi sudah berubah. Transaksi sudah lebih beralih ke daring. Tidak lagi harus berkunjung ke toko fisik (offline). Bahkan, layanan drive thru sudah kian banyak sehingga semakin memudahkan bagi konsumen. Jika mampu beradaptasi, pengelolaan bisnis bisa berjalan dengan baik.

Kendati begitu, Dosen Universitas Bunda Mulia itu menilai pelaku UMKM juga harus paham dalam menjalankan bisnis. Tidak hanya mempertimbangkan dari aspek operasional, melainkan juga pengelolaan finansialnya agar mampu bersaing, bertahan, dan makin tumbuh.

Menurut dia, banyak bisnis yang mendapat sumber pendanaan tetapi pengelolaan keuangannya tidak tepat. Padahal, kunci keuangan bisnis UMKM itu terletak pada investasi, arus kas (cash flow), dan laba rugi. Selain itu, perkembangan UMKM saat ini juga didukung dengan kemudahan peminjaman modal usaha. Kemudian, menurunnya tarif PPH Final.

“UMKM itu kadang sasaran dari bantuan investor, perbankan, hingga pemerintah. Mendapatkan sumber pendanaan tanpa pengelolaan keuangan juga bisa menjadi masalah. Aspek keuangan itu menjadi salah satu kunci demi memudahkan mendapatkan akses pinjaman modal dan memanfaatkan tarif PPh Final. Harus kuasai dari aspek keuangannya,” jelasnya.

Temy berpendapat bahwa perusahaan yang arus kasnya lancar belum tentu bisnis tersebut layak. Selain itu, perusahaan dengan laba yang tinggi juga belum tentu memiliki arus kas yang lancar. Demikian juga perusahaan yang memiliki kerugian, belum tentu memiliki arus kas yang buruk.

“Laba perusahaan yang tinggi belum tentu cash flow-nya lancar. Sebaliknya, perusahaan yang rugi, belum tentu cash flow-nya buruk. Cash flow lancar, belum tentu fisibel. Cash flow dan laba rugi itu hal yang berbeda,” ujar dia.

Di sisi lain, ia mengingatkan calon pebisnis agar harus siap rugi. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak hanya dipengaruhi barang atau jasa yang dijual, kekuatan finansial, kemampuan marketing, tapi juga dari pengukuran investasi yang tepat serta pengelolaan keuangan yang tepat.

Investasi adalah segala sumber daya yang dimiliki entitas bisnis untuk menjalankan usaha. Tidak selalu soal uang, investasi juga mencakup ide, tenaga, bahan baku yang dimiliki, dan waktu.

“Segala sumber daya yang kita masukkan dalam bisnis adalah investasi. Investasi ada yang bisa dan tidak bisa diukur dengan uang. Yang tidak dinilai dengan uang misalnya skill, tenaga,” katanya. ( Baca juga:Sebut KLB Perbuatan Baik, Darmizal Yakin Demokrat Moeldoko Disahkan Pemerintah )

Lantaran itu, Temy menegaskan calon pebisnis sejak awal harus menentukan proyeksi waktu tahap balik modal. Dalam bisnis atau keuangan dikenal sebagai break even point (BEP) atau return of investment (ROI). Itu akan menentukan fisibilitas dari bisnis yang dijalankan. Menurut dia, pebisnis cari target waktu terpendek untuk pada tahap pengembalian investasi.

“Kegagalan bisnis UMKM banyak terjadi karena salah mengestimasi waktu untuk mengukur fisibilitas bisnis. Apabila titik pembayaran kembali di atas 2 tahun, maka bisnis tidak layak atau tidak fisibel,” tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Gagal Menang atas RD Kongo di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Infografis
Indonesia Jadi Target...
Indonesia Jadi Target Utama Serangan Ransomware di Asia Tenggara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved