IHSG Digempur Kecemasan Perang Dagang Segitiga
Selasa, 23 Maret 2021 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Para investor masih menunggu dan khawatir akan ada balasan serangan yang dilakukan oleh China. Jika hal tersebut terjadi, akan ada perang dagang antara ketiga pihak tadi.
“Memang (Amerika dan Uni Eropa) dikabarkan akan mengeluarkan sanksi kepada China akibat tuduhan terhadap diskriminasi HAM. Keputusan itu berdampak pada perhatian dari investor yang memang nanti akan menjadi kekhawatiran, apakah akan dibalas oleh China atau bahkan akan terus berlanjut itu ke perang dagan selanjutnya. Kami melihat tensi geopolitik ini akan berlanjut,” jelasnya.
( Baca juga:Pengesahan KLB Moeldoko oleh Kemenkumham Dinilai Karma )
Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.
“Kedua, sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga dari The Fed, memang memberikan sentimen negatif untuk pasar keuangan di Indonesia sendiri,” jelas Aqil.
“Memang (Amerika dan Uni Eropa) dikabarkan akan mengeluarkan sanksi kepada China akibat tuduhan terhadap diskriminasi HAM. Keputusan itu berdampak pada perhatian dari investor yang memang nanti akan menjadi kekhawatiran, apakah akan dibalas oleh China atau bahkan akan terus berlanjut itu ke perang dagan selanjutnya. Kami melihat tensi geopolitik ini akan berlanjut,” jelasnya.
( Baca juga:Pengesahan KLB Moeldoko oleh Kemenkumham Dinilai Karma )
Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.
“Kedua, sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga dari The Fed, memang memberikan sentimen negatif untuk pasar keuangan di Indonesia sendiri,” jelas Aqil.
(uka)
Lihat Juga :