Soal Jumlah Penerbangan di Bandara Kuabang, Menhub Angkat Bicara

Rabu, 24 Maret 2021 - 13:39 WIB
loading...
Soal Jumlah Penerbangan...
Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Kuabang, Halmahera Utara, Rabu (24/3/2021). FOTO/Agus Suparto
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar ada penerbangan reguler ke Bandara Kuabang di Halmahera Utara, Maluku Utara. Dalam satu minggu, minimal ada penerbangan yang bisa terbang ke Bandara Kuabang.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini dirinya tengah melakukan koordinasi dengan pihak maskapai. Komunikasi ini adalah untuk mengadakan penerbangan regular dari dan ke Bandara Kuabang.

Apalagi lanjut Menhub, kehadiran Bandara Kuabang akan saling melengkapi dengan bandara Sultan Babullah di Ternate. Oleh karena itu, dirinya pun mengusulkan, untuk dilakukan pelebaran jalan dari Sofifi, Ibukota provinsi Maluku Utara, menuju ke Bandara Kuabang untuk melancarkan dan mempercepat pergerakan masyarakat. “Bandara ini menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara,” ujarnya dalam keteranganya, Rabu (24/3/2021).



Menurut Menhub, keberadaan Bandara Kuabang sangat penting. Karena bandara yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp300 miliar itu dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah aksesibilitas masyarakat di Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya.

“Dengan anggaran lebih dari Rp300 Miliar dan panjang runway 2400 meter, cukup panjang dan sangat memadai untuk meningkatkan konektivtias, pariwisata, dan kegiatan ekonomi di Maluku Utara,” kata Menhub.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara telah menyelesaikan pengembangan gedung terminal penumpang Bandara Kuabang. Pengembangan ini menyesuaikan dengan kemampuan sisi udara yang telah memiliki runway sepanjang 2400 m x 30 m.

Sebagai pendukung aksesibilitas transportasi Ibukota provinsi, sudah selayaknya Bandara Kuabang didarati oleh pesawat jenis narrow body. Apalagi, bandara ini juga memiliki landasan hubung (taxiway) 100m x 23m dan landasan parkir (apron) 157m x 72m, yang mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 pesawat boeing.

Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara. Lokasi Bandara Sultan Babullah Ternate yang berdekatan dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang sangat aktif, kerap kali mengalami gangguan operasional akibat sering terjadinya letusan kedua gunung tersebut.

Posisi Bandara Kuabang yang berjarak 85 km dari Sofifi dinilai sangat strategis dan tidak terdampak letusan dari kedua gunung tersebut. Sehingga Kemenhub menilai bandara ini layak untuk dikembangkan. Apalagi, Bandara Kuabang merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara.



Di mana daerah ini memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan. Seperti misalnya Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda dan Pantai Panamboang.

Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang. Karena bisa mendukung operasional pertambangan emas yang ada di daerah Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, yang dikelola oleh perusahaan pertambangan nasional PT.Nusa Halmahera Minerals.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1297 seconds (0.1#10.140)