Gara-Gara Harga Gas, Industri Baja Belum Dapat Dukungan dari Tarif Listrik

Rabu, 24 Maret 2021 - 23:23 WIB
loading...
Gara-Gara Harga Gas,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Krakatau Daya Listrik (KDL) belum dapat menyesuaikan tarif listrik untuk mendukung industri baja di Kawasan Industri Krakatau (KIK). Padahal biaya pokok produksi dalam industri baja sangat dipengaruhi oleh harga energi listrik dan gas. Saat ini, PT KDL masih memperoleh harga gas sebesar USD8,55 per MMBTU.

( Baca juga:Efisiensi dari Limbah Batu Bara Tak Bikin Tarif Listrik Turun )

Direktur Utama KDL Agus Nizar Vidiansyah mengatakan, upaya penurunan tarif listrik di KDL sendiri sudah dilakukan secara internal maupun eksternal. Upaya internal dilakukan seperti melaksanakan program efisiensi dan optimalisasi pembangkit, di antaranya perencanaan supply demand yang akurat.

"Secara internal sejak 2014, KDL tidak menaikkan tarif listrik meskipun ada kenaikan harga gas," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (24/3/2021).

Sementara upaya ekternal ditempuh dengan mengajukan penurunan harga gas USD6 per MMBTU kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebagai upaya menurunkan harga listrik dan mendukung daya saing industri di KIK.

Kemudian mendorong percepatan realisasi harga gas USD6 per MMBTU bagi KDL untuk meningkatkan daya saing industri sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 121 Tahun 2020 yang ditandatangani pada 29 Desember 2020 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

( Baca juga:Atur Kursi dan Seat Belt Jadi Alasan Sopir Mercedes Tabrak 3 Pejalan Kaki di Kelapa Gading )

"Dengan Perpres ini kami sangat mengharapkan percepatan implementasi harga gas USD6 per MMBTU," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Jakarta Mati Listrik...
Jakarta Mati Listrik Massal, Kementerian ESDM Bakal Usut Penyebabnya
Distribusi Batubara...
Distribusi Batubara Tersendat di Sumsel, Stabilitas Listrik Dipertaruhkan
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Rekomendasi
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Berita Terkini
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved