Diversifikasi Ekspor, Kemendag Akan Jajaki 21 Perjanjian Perdagangan Baru
Kamis, 25 Maret 2021 - 16:57 WIB
loading...
A
A
A
Sosialisasinya sendiri disampaikan oleh Sesditjen Pengembangan Ekspor Nasional Ganef Judawati dan Koordinator Asia tenggara dan Pasifik Ditjen PEN Nina Damajanti, mencakup penjelasan hasil perundingan, peluang pemanfaatan dan teknis mengenai surat keterangan asal (SKA).
Asisten Pemerintahan Setda Banten yang mewakili Gubernur Banten Andika Hazrumy menyambut baik hasil Kemendag di pembahasan IA-CEPA. Menurutnya, Banten sebagai salah satu pusat kawasan industri nasional akan diuntungkan dengan makin kompetitifnya produk-produk Banten di pasar Australia.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pembinaan UMKM, IA-CEPA juga memberikan angin segar dalam upaya upscale UKMK ke pasar internasional. ( Baca juga:AS Berharap WHO Kembali Lakukan Penyelidikan Asal-usul Covid-19 di China )
Sementara itu anggota Komisi VI Aria Bima menilai Kemendag cukup berhasil dalam mewujudkan visi presiden dalam perluasan ekspor. Komisi VI menurutnya siap memberikan dukungan dalam berbagai perjanjian perdagangan, baik yang sudah berlaku, masih dibahas maupun dalam masa penjajakan.
Menurutnya, sinergi Kemendag dan Komisi VI penting agar kepentingan semua pihak bisa terakomodasi dengan baik. "Diperlukan langkah pengawalan dari kementerian, bersama stake holders lain agar perjanjian-perjanjian itu bisa termanfaatkan dengan optimal," tandas Aria Bima.
Asisten Pemerintahan Setda Banten yang mewakili Gubernur Banten Andika Hazrumy menyambut baik hasil Kemendag di pembahasan IA-CEPA. Menurutnya, Banten sebagai salah satu pusat kawasan industri nasional akan diuntungkan dengan makin kompetitifnya produk-produk Banten di pasar Australia.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pembinaan UMKM, IA-CEPA juga memberikan angin segar dalam upaya upscale UKMK ke pasar internasional. ( Baca juga:AS Berharap WHO Kembali Lakukan Penyelidikan Asal-usul Covid-19 di China )
Sementara itu anggota Komisi VI Aria Bima menilai Kemendag cukup berhasil dalam mewujudkan visi presiden dalam perluasan ekspor. Komisi VI menurutnya siap memberikan dukungan dalam berbagai perjanjian perdagangan, baik yang sudah berlaku, masih dibahas maupun dalam masa penjajakan.
Menurutnya, sinergi Kemendag dan Komisi VI penting agar kepentingan semua pihak bisa terakomodasi dengan baik. "Diperlukan langkah pengawalan dari kementerian, bersama stake holders lain agar perjanjian-perjanjian itu bisa termanfaatkan dengan optimal," tandas Aria Bima.
(uka)
Lihat Juga :