Implementasi GCG untuk Korporasi Sehat dan Unggul

Kamis, 25 Maret 2021 - 22:07 WIB
loading...
Implementasi GCG untuk...
Pembangunan image perusahaan yang sehat dan transparan tak serta merta hanya dilihat dari nahkoda organisasi dalam hal ini jajaran eksekutif yang jujur, bertanggungjawab, dan berpengalaman. namun juga sistem. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Opini publik menjadi penilaian penting terhadap citra perusahaan. Citra perusahaan yang transparan dan sehat akan meningkatkan kepercayaan investor, pemegang saham dan pemangku kepentingan lain untuk berkolaborasi menguatkan ekosistem bisnis.

Pembangunan image perusahaan yang sehat dan transparan tak serta merta hanya dilihat dari nahkoda organisasi dalam hal ini jajaran eksekutif yang jujur, bertanggungjawab, dan berpengalaman. Namun juga sistem yang secara keseluruhan membangun dan memperkuat kinerja perusahaan lebih optimal.

Baca Juga: Bank Wakaf Mikro Perlu GCG agar Tak Senasib Lembaga Zakat Formal

Salah satu perangkat yang sudah digunakan oleh korporasi raksasa untuk menguatkan citra yang sehat dan bersih dari publik adalah dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau yang lebih dikenal dengan Good Corporate Governance (GCG) .

Definisi GCG sesuai Peraturan Menteri BUMN No. PER-01.MBU/2011 Pasal 1 tentang Penerapan Praktik Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara adalah 'prinsip-prinsip yang mendasari suatu proses dan mekanisme pengelolaan perusahaan berlandaskan peraturan perundang-undangan dan etika berusaha'.

Mengutip bpkp.go.id, pada prinsipnya corporate governance menyangkut kepentingan para pemegang saham dan stakeholders. Hal ini berkaitan dengan prinsip-prinsip GCG yang tertuang dalam Per-01/MBU/2011 pasal 3 yaitu Transparansi, Kemandirian, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, dan Kewajaran.

Dengan penerapan prinsip GCG yang optimal manfaat langsung yang dapat dirasakan perusahaan adalah meningkatnya produktivitas dan efisiensi usaha, meningkatnya kemampuan oprasional perusahaan dan pertanggungjawaban kepada publik.

Selain itu dan menjadi penting karena dapat memperkcil praktik KKN dan konflik kepentingan yang saat ini menjadi isu paling sensitif di tengah masyarakat. Manfaat lainnya adalah mendorong pengelolaan organisasi yang lebih demokratis, accountable, dan transparan.

Melihat besarnya manfaat atas penerapan GCG untuk korporasi di Indonesia, belum juga mampu meningkatkan kesadaran dalam implementasi GCG yang tepat. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh ASEAN Corporate Governance Association (ACGA) pada tahun 2018 terkait pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan di 12 Negara, Indonesia menduduki peringkat akhir.

Ini bukan hal yang membanggakan, namun menjadi pemacu untuk bangkit dan lebih memahami penerapan GCG secara tepat dan optimal.

Dalam rangka memperluas kesadaran dan informasi terkait implementasi GCG, Mutu Institute mengadakan Webinar Nasional dengan tajuk “GCG dalam Menciptakan Korporasi Sehat dan Unggul” pada tanggal 24 Maret 2021 secara online. Dengan diikuti oleh lebih dari 280 peserta yang mewakili Korporasi, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta lainnya.

Direktur Mutu Institute, Sumarna, SE., Ak., MM menyampaikan, webinar ini merupakan rangkaian kegiatan Mutu Institute mempromosikan ISO 37000 series, GCG dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SNI ISO 37001).

Baca Juga: Bantu Masyarakat Atasi Pandemi COVID-19, Tata Kelola Program CSR Ini Jadi Rujukan

Kegiatan ini juga bagian dari upaya Mutu Institute mempromosikan tokoh tokoh dan Lembaga swasta dan Pemerintah yang berkecimpung dalam komunitas Standard, Penjaminan Mutu dan GCG dan para Pengguna Standard, Penjaminan Mutu dan GCG.

Demi menghasilkan korporasi Indonesia yang sehat, unggul dan tinggi berketerimaannya dalam persaingan global yang luar biasa saat ini.

Dr. Ir. Waluyo selaku tokoh nasional anti penyuapan Indonesia dan Wakil Ketua KNKG sejak tahun 2007 hingga 2020 menekankan, dalam paparannya bahwa penerapan GCG akan menjadi sempurna dan mudah apabila dikolaborasikan dengan ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

Lebih lanjut Bonardo AP Pangaribuan, SE., Ak., M.Si dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan RI menyampaikan, terkait strategi penerapan GCG yang efektif sesuai dengan korporasi di Indonesia. Hal ini menjadi tepat disampaikan karena BPKP merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan berdasarkan surat Nomor : S-359/MK.05/2001 untuk melakukan kajian dan pengembangan sistem manajemen BUMN yang mengacu pada prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta telah berpengalaman bekerjasama dengan puluhan BUMN dan BUMD dalam pelaksanaan GCG.

Memberikan padangan dan pengalamannya sebagai pelaku penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan ISO 37001, Dr. Ir. Doni Muhardiansyah EMRCP., CERG., CCGO selaku SVP PT Pupuk Indonesia, dimana PT Pupuk Indonesia merupakan salah satu korporasi di Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi korporasi yang sehat dan unggul dengan menerapkan GCG dan ISO 37001 di PT Pupuk Indonesia dan anak perusahaan.

Mengajak dan membangkitkan kembali semangat korporasi lainnya di Indonesia yang sudah menerapkan GCG untuk dapat mengevaluasi dan mengajak serta anak perusahaan atau rekanan untuk dapat menerapkan GCG yang tepat. Efek domino ini diharapkan dapat memperluas dan memperkuat ekosistem bisnis yang sehat dan unggul di Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola dan Kejelasan...
Tata Kelola dan Kejelasan Investasi Dipertanyakan Moody's, Begini Respons Danantara
Asosiasi Dukung Pemerintah...
Asosiasi Dukung Pemerintah Perbaiki Tata Kelola dan Transparansi Pasar Modal Indonesia
Nawakara Perkuat Keamanan...
Nawakara Perkuat Keamanan Korporasi lewat Sistem Terintegrasi Realtime
Indonesia Re Konsisten...
Indonesia Re Konsisten Jaga Tata Kelola Berkelanjutan
Soal Bayar Utang Whoosh...
Soal Bayar Utang Whoosh Pakai APBN, Menko Airlangga Sebut Kalau Korporasi Banyak Cara
Tata Kelola AI yang...
Tata Kelola AI yang Aman dan Manusiawi Jadi Pilar Utama di Era Digital
Polda Riau Tetapkan...
Polda Riau Tetapkan Korporasi Raksasa Sawit Jadi Tersangka Kasus Perusakan Lingkungan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Melawan Jeruji Korporasi:...
Melawan Jeruji Korporasi: Lika-Liku Yusof Ferdinand Raih Gelar Doktor Hukum
Rekomendasi
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved