Jaga Ketidakpastian Pasar Uang Global, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
Rabu, 20 Mei 2020 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian," kata Perry. (Baca: Suku Bunga Acuan tetap, rupiah Makin Mantap ke Rp14.770)
Di sisi lain, Perry menuturkan, BI mencatat mulai adanya pertumbuhan aliran modal asing yang masuk pada April hingga pertengahan Mei 2020. Hal ini sejalan dengan berkurangnya ketidakpastian di pasar keuangan.
Aliran modal masuk mulai April 2020 didorong meredanya ketidakpastian pasar keuangan global ditambah tingginya daya saing aset keuangan domestik dan tetap baiknya prospek ekonomi Indonesia. "Investasi portofolio April 2020-14 Mei 2020 mencatat net inflow USD4,1 miliar. Setelah pada kuartal I/2020 mencatat net outflow USD5,7 miliar," ujarnya.
Menurut dia, BI akan terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Selanjutnya mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi yang erat dengan pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta pemulihan ekonomi nasional
"Bank Indonesia juga terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk memitigasi risiko penyebaran Covid-19, menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan, serta bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional," katanya. (Rina Anggraeni)
Di sisi lain, Perry menuturkan, BI mencatat mulai adanya pertumbuhan aliran modal asing yang masuk pada April hingga pertengahan Mei 2020. Hal ini sejalan dengan berkurangnya ketidakpastian di pasar keuangan.
Aliran modal masuk mulai April 2020 didorong meredanya ketidakpastian pasar keuangan global ditambah tingginya daya saing aset keuangan domestik dan tetap baiknya prospek ekonomi Indonesia. "Investasi portofolio April 2020-14 Mei 2020 mencatat net inflow USD4,1 miliar. Setelah pada kuartal I/2020 mencatat net outflow USD5,7 miliar," ujarnya.
Menurut dia, BI akan terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Selanjutnya mengambil langkah-langkah kebijakan lanjutan yang diperlukan secara terkoordinasi yang erat dengan pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta pemulihan ekonomi nasional
"Bank Indonesia juga terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk memitigasi risiko penyebaran Covid-19, menjaga stabilitas pasar uang dan sistem keuangan, serta bersinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional," katanya. (Rina Anggraeni)
(ysw)
Lihat Juga :