Kinerjanya Mengeras, PT Semen Indonesia Tebar Dividen Rp1,12 Triliun
Selasa, 30 Maret 2021 - 15:36 WIB
loading...
foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Emiten BUMN semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyisihkan Rp1,12 triliun dari laba tahun berjalan 2020 sebagai dividen tunai. Hal itu diumumkan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Mengutip keterangan Kementerian BUMN, dalam RUPS perseroan, pemegang saham juga menyepakati laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Semen Indonesia pada 2020 senilai Rp2,79 triliun. ( Baca juga:Erick Thohir Bidik Holding BUMN Jasa Survey Masuk 5 Besar di Asia )
Dari laba bersih, emiten dengan kode saham SMGR ini menyisihkan 40% atau setara Rp1,12 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai. Sementara 60% sisanya atau senilai Rp1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lain.
"Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, Semen Indonesia mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,72% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,39 triliun," tulis manajemen SMGR, Selasa (30/3/2021).
Sementara pendapatan terkontraksi sebesar 12,87% menjadi Rp35,17 triliun di sepanjang tahun lalu dari posisi pada 2019 yang senilai Rp40,36 triliun. ( Baca juga:Mau Rintis Usaha Kuliner di Masa Krisis? Simak Tips Ini )
Kenaikan laba terjadi karena perseroan menekan sejumlah beban, seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, hingga beban keuangan. Penurunan sejumlah beban tersebut pun mengerek marjin EBITDA perseroan menjadi 25,80% pada 2020.
Manajemen juga mencatat, di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Sri Lanka, dan China.
Mengutip keterangan Kementerian BUMN, dalam RUPS perseroan, pemegang saham juga menyepakati laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Semen Indonesia pada 2020 senilai Rp2,79 triliun. ( Baca juga:Erick Thohir Bidik Holding BUMN Jasa Survey Masuk 5 Besar di Asia )
Dari laba bersih, emiten dengan kode saham SMGR ini menyisihkan 40% atau setara Rp1,12 triliun untuk dibagikan sebagai dividen tunai. Sementara 60% sisanya atau senilai Rp1,67 triliun ditetapkan sebagai cadangan lain.
"Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, Semen Indonesia mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,72% menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,39 triliun," tulis manajemen SMGR, Selasa (30/3/2021).
Sementara pendapatan terkontraksi sebesar 12,87% menjadi Rp35,17 triliun di sepanjang tahun lalu dari posisi pada 2019 yang senilai Rp40,36 triliun. ( Baca juga:Mau Rintis Usaha Kuliner di Masa Krisis? Simak Tips Ini )
Kenaikan laba terjadi karena perseroan menekan sejumlah beban, seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, hingga beban keuangan. Penurunan sejumlah beban tersebut pun mengerek marjin EBITDA perseroan menjadi 25,80% pada 2020.
Manajemen juga mencatat, di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Sri Lanka, dan China.
(uka)
Lihat Juga :