Menhub-KNKT Umumkan Temuan CVR Sriwijaya Air SJ-182 Siang Ini
Rabu, 31 Maret 2021 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
"FDR merekam ketinggian tertinggi SJ-182 yaitu 10.900 kaki. Kemudian pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif (disengage) ketika arah pesawat di 016 derajat, sikap pesawat posisi naik (pitch up), dan pesawat miring ke kiri (roll). Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap," jelasnya.
Baca juga: Survei...Membuktikan! 11% Masyarakat Tetap Pengen Mudik Lebaran
Menurut Nurcahyo, FDR mencatat autothrottle. Dan posisi pesawat menunduk setelah itu, beberapa detik kemudian black box berisi FDR berhenti merekam data. "FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage) dan sikap pesawat menunduk (pitch down). Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data," ucapnya.
Namun, lanjut Nurcahyo, dirinya belum bisa memastikan bagian autothrottle mana yang mengalami kerusakan. Sebab, kondisi autothrottle saat itu sangat berlainan. Paslnya, autothrottle sebelah kiri terus mundur jauh. Sedangkan untuk autothrottle yang sebelah kanan memang tidak mundur tapi tak bergerak alias macet.
"Saat ini memang yang kita ketahui bergerak mundur apakah ini yang rusak kita belum tahu karena dua-duanya menunjukkan sikap yang berbeda. Dua-duanya mengalami anomali. Yang sebelah kiri mundur terlalu jauh, yang kanan seperti tidak bergerak seperti macet," jelasnya.
Apalagi lanjut Nurcahyo, autothrottle mendapatkan masukan dari 13 komponen lain terkait. Oleh karena itu, dirinya masih belum bisa menentukan apakah ada kerusakan pada tuas pengatur tenaga mesin.
Baca juga: Survei...Membuktikan! 11% Masyarakat Tetap Pengen Mudik Lebaran
Menurut Nurcahyo, FDR mencatat autothrottle. Dan posisi pesawat menunduk setelah itu, beberapa detik kemudian black box berisi FDR berhenti merekam data. "FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage) dan sikap pesawat menunduk (pitch down). Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data," ucapnya.
Namun, lanjut Nurcahyo, dirinya belum bisa memastikan bagian autothrottle mana yang mengalami kerusakan. Sebab, kondisi autothrottle saat itu sangat berlainan. Paslnya, autothrottle sebelah kiri terus mundur jauh. Sedangkan untuk autothrottle yang sebelah kanan memang tidak mundur tapi tak bergerak alias macet.
"Saat ini memang yang kita ketahui bergerak mundur apakah ini yang rusak kita belum tahu karena dua-duanya menunjukkan sikap yang berbeda. Dua-duanya mengalami anomali. Yang sebelah kiri mundur terlalu jauh, yang kanan seperti tidak bergerak seperti macet," jelasnya.
Apalagi lanjut Nurcahyo, autothrottle mendapatkan masukan dari 13 komponen lain terkait. Oleh karena itu, dirinya masih belum bisa menentukan apakah ada kerusakan pada tuas pengatur tenaga mesin.
Lihat Juga :