KKP Dorong Harmonisasi Perikanan Berkelanjutan Regional Asia Tenggara
Rabu, 20 Mei 2020 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Permudah Akses Data, KKP Luncurkan Aplikasi Statistik Kelautan dan Perikanan)
Di samping itu, ia juga mengajak negara anggota SEAFDEC lainnya (Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Laos, Filipina, Thailand, Malaysia, Myanmar, Singapura, Vietnam), untuk terus berkomitmen dalam bidang perikanan budidaya untuk ketahanan pangan dan pengakuan terhadap kesetaraan gender dalam kegiatan perikanan untuk mewujudkan ketahanan keluarga dan masyarakat perikanan.
"Kita harus lebih memahami pentingnya penyelenggaraan kegiatan SEAFDEC yang berorientasi kepada masyarakat, khususnya bagaimana SEAFDEC dapat berkontribusi terhadap economic recovery masyarakat kelautan pasca pandemi Covid 19," tegas Sjarief.
Pertemuan ini juga mencatat progress pembahasan Rencana Aksi Perikanan Berkelanjutan di tingkat regional yaitu Resolution and Plan of Action on Sustainable Fisheries for Food Security for the ASEAN Region Towards 2030 (RES&POA-2030). Rencana aksi ini akan dibahas lebih lanjut di pertemuan tingkat ASEAN mengingat substansi dan pokok pembahasan pada agenda ini cukup kompleks, di tengah dinamika regional dan global terkait pandemi Covid-19. Draf Rencana Aksi ini meliputi manajemen perikanan (termasuk perikanan darat), peningkatan perikanan budidaya, peningkatan produksi perikanan dan perbaikan tata kelola kebijakan perikanan.
Dalam pertemuan tersebut, dilaksanakan pula pemindahan kepemimpinan chair SEAFDEC yang tahun lalu dipegang oleh Indonesia kepada Jepang sebagai Chair 2020-2021. Sjarief menyatakan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendukung usaha-usaha pengembangan pada bidang perikanan yang dilakukan melalui kerangka kerja sama SEAFDEC.
Di samping itu, ia juga mengajak negara anggota SEAFDEC lainnya (Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Laos, Filipina, Thailand, Malaysia, Myanmar, Singapura, Vietnam), untuk terus berkomitmen dalam bidang perikanan budidaya untuk ketahanan pangan dan pengakuan terhadap kesetaraan gender dalam kegiatan perikanan untuk mewujudkan ketahanan keluarga dan masyarakat perikanan.
"Kita harus lebih memahami pentingnya penyelenggaraan kegiatan SEAFDEC yang berorientasi kepada masyarakat, khususnya bagaimana SEAFDEC dapat berkontribusi terhadap economic recovery masyarakat kelautan pasca pandemi Covid 19," tegas Sjarief.
Pertemuan ini juga mencatat progress pembahasan Rencana Aksi Perikanan Berkelanjutan di tingkat regional yaitu Resolution and Plan of Action on Sustainable Fisheries for Food Security for the ASEAN Region Towards 2030 (RES&POA-2030). Rencana aksi ini akan dibahas lebih lanjut di pertemuan tingkat ASEAN mengingat substansi dan pokok pembahasan pada agenda ini cukup kompleks, di tengah dinamika regional dan global terkait pandemi Covid-19. Draf Rencana Aksi ini meliputi manajemen perikanan (termasuk perikanan darat), peningkatan perikanan budidaya, peningkatan produksi perikanan dan perbaikan tata kelola kebijakan perikanan.
Dalam pertemuan tersebut, dilaksanakan pula pemindahan kepemimpinan chair SEAFDEC yang tahun lalu dipegang oleh Indonesia kepada Jepang sebagai Chair 2020-2021. Sjarief menyatakan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendukung usaha-usaha pengembangan pada bidang perikanan yang dilakukan melalui kerangka kerja sama SEAFDEC.
(fai)
Lihat Juga :