KKP Dorong Harmonisasi Perikanan Berkelanjutan Regional Asia Tenggara

Rabu, 20 Mei 2020 - 12:24 WIB
loading...
KKP Dorong Harmonisasi...
Pelaksanaan the 52nd South East Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) Council Directors Meeting, Selasa (19/5) lalu. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berkontribusi dalam upaya mendorong peningkatan dan harmonisasi tata kelola perikanan berkelanjutan di lingkup regional Asia Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Sjarief Widjaja, selaku Chairperson of SEAFDEC Council periode 2019-2020, usai membuka secara resmi the 52nd South East Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) Council Directors Meeting, Selasa (19/5) lalu. Meeting terlaksana secara daring dan dihadiri oleh seluruh Council Directors negara anggota SEAFDEC dan departemen SEAFDEC.

Agenda utama pembahasan 52nd SEAFDEC Council Directors Meeting adalah 3 prioritas utama yakni pembahasan terhadap Draft Resolution and Plan of Action on Sustainable Fisheries for Food Security for the ASEAN Region Towards 2030 (RES&POA-2030); rencana penggunaan M.V. SEAFDEC; dan penyampaian laporan keuangan serta proposed budget kegiatan untuk 2020 – 2021. Adapun persetujuan untuk komponen lain akan dilaksanakan secara ad-referendum oleh masing-masing negara anggota.

Dalam sambutannya, Sjarief menyampaikan pentingnya peningkatan kolaborasi kegiatan dan harmonisasi framework pengelolaan perikanan berkelanjutan di regional Asia Tenggara untuk mencapai kesehjateraan masyarakat perikanan.

"Perlu dilakukan penguatan dan penegakan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan monitoring serta evaluasi penyelenggaraan industri perikanan. Terlebih saat ini masih banyaknya praktik-praktik perikanan merusak dan pelanggaran hak asasi manusia dalam pelaksanaan kegiatan perikanan yang tidak patuh terhadap peraturan," ujar Sjarief di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

(Baca Juga: Permudah Akses Data, KKP Luncurkan Aplikasi Statistik Kelautan dan Perikanan)

Di samping itu, ia juga mengajak negara anggota SEAFDEC lainnya (Brunei Darussalam, Kamboja, Jepang, Laos, Filipina, Thailand, Malaysia, Myanmar, Singapura, Vietnam), untuk terus berkomitmen dalam bidang perikanan budidaya untuk ketahanan pangan dan pengakuan terhadap kesetaraan gender dalam kegiatan perikanan untuk mewujudkan ketahanan keluarga dan masyarakat perikanan.

"Kita harus lebih memahami pentingnya penyelenggaraan kegiatan SEAFDEC yang berorientasi kepada masyarakat, khususnya bagaimana SEAFDEC dapat berkontribusi terhadap economic recovery masyarakat kelautan pasca pandemi Covid 19," tegas Sjarief.

Pertemuan ini juga mencatat progress pembahasan Rencana Aksi Perikanan Berkelanjutan di tingkat regional yaitu Resolution and Plan of Action on Sustainable Fisheries for Food Security for the ASEAN Region Towards 2030 (RES&POA-2030). Rencana aksi ini akan dibahas lebih lanjut di pertemuan tingkat ASEAN mengingat substansi dan pokok pembahasan pada agenda ini cukup kompleks, di tengah dinamika regional dan global terkait pandemi Covid-19. Draf Rencana Aksi ini meliputi manajemen perikanan (termasuk perikanan darat), peningkatan perikanan budidaya, peningkatan produksi perikanan dan perbaikan tata kelola kebijakan perikanan.

Dalam pertemuan tersebut, dilaksanakan pula pemindahan kepemimpinan chair SEAFDEC yang tahun lalu dipegang oleh Indonesia kepada Jepang sebagai Chair 2020-2021. Sjarief menyatakan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendukung usaha-usaha pengembangan pada bidang perikanan yang dilakukan melalui kerangka kerja sama SEAFDEC.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Perkuat Ekonomi Bontang,...
Perkuat Ekonomi Bontang, Hilirisasi Pengalengan Ikan dan Rumput Laut Jadi Prioritas Investasi
KKP Pastikan Proyek...
KKP Pastikan Proyek Pagar Beton Cilincing Sudah Kantongi Izin
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Rekomendasi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Suka Takut Minum Vitamin...
Suka Takut Minum Vitamin C Karena Bikin Lambung Perih? Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Infografis
23 Pemain Timnas Indonesia...
23 Pemain Timnas Indonesia U-17 Proyeksi Piala Asia U17 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved