22 Perusahaan Antre IPO di BEI, BUMN dan Unicorn Tak Masuk Daftar
Kamis, 01 April 2021 - 11:43 WIB
loading...
BEI mencatat sebanyak 22 perusahaan berada dalam pipeline IPO hingga Maret lalu. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan penawaran saham perdana ( Initial Public Offering/IPO ) di Bursa. Per 8 Maret 2021, tercatat sebanyak 22 perusahaan yang terdaftar dalam pipeline IPO BEI.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 30 Maret 2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di BEI. Selanjutnya, 22 perusahaan ada dalam pipeline pencatatan saham BEI. Baca Juga: Tahun Ini Bursa Efek Indonesia Jadi Jawara IPO di Kawasan ASEAN
"Setidaknya terdapat dua perusahaan yang kami harapkan akan tercatat pada waktu dekat ini," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).
Dia menambahkan, dari 22 perusahaan dalam pipeline IPO BEI tersebut, belum ada perusahaan milik negara alias BUMN, maupun Unicorn. Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak, sebanyak enam perusahan. Kemudian, terdapat sektor basic materials, technology dan properties & real estate yang terdiri dari tiga perusahaan.
"Selanjutnya, sektor industrials, energy dan consumer non cyclicals terdapat dua perusahaan dan sektor infrastructures satu perusahaan," tambahnya. Baca Juga: Sebut Kemenkumham Bukan Penentu, Kubu Moeldoko Akan Gugat ke PTUN
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, per 30 Maret 2021 terdapat 11 perusahaan tercatat baru saham di BEI. Selanjutnya, 22 perusahaan ada dalam pipeline pencatatan saham BEI. Baca Juga: Tahun Ini Bursa Efek Indonesia Jadi Jawara IPO di Kawasan ASEAN
"Setidaknya terdapat dua perusahaan yang kami harapkan akan tercatat pada waktu dekat ini," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).
Dia menambahkan, dari 22 perusahaan dalam pipeline IPO BEI tersebut, belum ada perusahaan milik negara alias BUMN, maupun Unicorn. Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak, sebanyak enam perusahan. Kemudian, terdapat sektor basic materials, technology dan properties & real estate yang terdiri dari tiga perusahaan.
"Selanjutnya, sektor industrials, energy dan consumer non cyclicals terdapat dua perusahaan dan sektor infrastructures satu perusahaan," tambahnya. Baca Juga: Sebut Kemenkumham Bukan Penentu, Kubu Moeldoko Akan Gugat ke PTUN
Lihat Juga :