Dexa Group Ekspor Produk Farmasi ke Empat Benua
Senin, 05 April 2021 - 22:17 WIB
loading...
Dexa Group membagikan imunomodulator Stimuno untuk menjaga imun tubuh. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan farmasi yang telah berdiri sejak 1969, Dexa Group melalui sejumlah anak usahanya yakni PT Dexa Medica, PT Ferron Par Pharmaceuticals, PT Fonko International Pharmaceuticals, dan PT Beta Pharmacon telah berhasil mengekspor produk ke empat benua yakni Afrika, Amerika dan Eropa.
Salah satu produk farmasi ekspor andalan Dexa Group adalah Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang berbahan alam dan teruji secara saintifik. Dexa Group menjadi perusahaan yang paling produktif dalam memproduksi OMAI Fitofarmaka atau telah teruji klinis.
Baca Juga : Industri Farmasi Punya Peran Strategis Mengatasi Pandemi
Hingga saat ini ada empat produk Fitofarmaka yang dihasilkan oleh Dexa Group yakni Stimuno berbahan baku daun meniran untuk menjaga imun tubuh, Inlacin berbahan baku bungur dan kayu manis untuk mengatasi diabetes, Redacid berbahan baku kayu manis untuk mengatasi gangguan lambung, dan Disolf berbahan baku cacing tanah untuk memperlancar sirkulasi darah.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik PT Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata, mengatakan di Indonesia sudah banyak obat yang dikembangkan dari bahan herbal. Di antara obat-obatan berbahan alam, tanaman meniran hijau telah teruji klinis sebagai imunomodulator.
“Meniran ini ternyata aktif terhadap berbagai macam patogen. Sehingga baik spesifik maupun non-spesifik immune system, bisa naik menggunakan tanaman asli Indonesia ini,” kata Raymond dalam rilisnya di Jakarta, Senin (5/4/2021).
Salah satu produk farmasi ekspor andalan Dexa Group adalah Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang berbahan alam dan teruji secara saintifik. Dexa Group menjadi perusahaan yang paling produktif dalam memproduksi OMAI Fitofarmaka atau telah teruji klinis.
Baca Juga : Industri Farmasi Punya Peran Strategis Mengatasi Pandemi
Hingga saat ini ada empat produk Fitofarmaka yang dihasilkan oleh Dexa Group yakni Stimuno berbahan baku daun meniran untuk menjaga imun tubuh, Inlacin berbahan baku bungur dan kayu manis untuk mengatasi diabetes, Redacid berbahan baku kayu manis untuk mengatasi gangguan lambung, dan Disolf berbahan baku cacing tanah untuk memperlancar sirkulasi darah.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik PT Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata, mengatakan di Indonesia sudah banyak obat yang dikembangkan dari bahan herbal. Di antara obat-obatan berbahan alam, tanaman meniran hijau telah teruji klinis sebagai imunomodulator.
“Meniran ini ternyata aktif terhadap berbagai macam patogen. Sehingga baik spesifik maupun non-spesifik immune system, bisa naik menggunakan tanaman asli Indonesia ini,” kata Raymond dalam rilisnya di Jakarta, Senin (5/4/2021).
Lihat Juga :