Ramu Strategi untuk Kebangkitan Aktivitas Industri, Menperin Gandeng Apindo
Rabu, 20 Mei 2020 - 20:00 WIB
loading...
Kemenperin tengah meramu strategi untuk membangkitkan lembali aktivitas industri pasca-pandemi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mencari jalan keluar untuk mendorong para pelaku industri di Tanah Air agar kembali bergairah setelah mendapat tekanan berat dari dampak pandemi Covid-19. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mengatakan, strategi tersebut perlu diramu bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait sehingga tepat sasaran.
"Kami ingin industri kita bisa cepat rebound pasca-wabah virus Corona ini, dengan memberikan berbagai stimulus yang komprehensif sesuai kebutuhan di sektornya," kata Agus di Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Agus menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya telah berupaya meningkatkan daya saing sektor industri melalui implementasi Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. "Kami akan terus perbarui atau menambah list penerima harga gas USD6 per MMBTU itu," tuturnya.
Menperin mengungkapkan, dua masalah utama yang dihadapi sektor manufaktur akibat pandemi Covid-19 adalah kendala cash flow serta kebutuhan akan modal kerja. Menurutnya, salah satu solusi untuk kendala arus kas (cash flow) adalah memberikan fasilitasi restrukturisasi kredit. "Hampir semua perusahaan perlu dapat restrukturisasi kredit, bukan hanya sektor UMKM," ujar Agus.
(Baca Juga: 17.109 Izin Operasi Industri Diterbitkan di Tengah Covid-19)
"Kami ingin industri kita bisa cepat rebound pasca-wabah virus Corona ini, dengan memberikan berbagai stimulus yang komprehensif sesuai kebutuhan di sektornya," kata Agus di Jakarta, Rabu (20/5/2020).
Agus menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19, pihaknya telah berupaya meningkatkan daya saing sektor industri melalui implementasi Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi. "Kami akan terus perbarui atau menambah list penerima harga gas USD6 per MMBTU itu," tuturnya.
Menperin mengungkapkan, dua masalah utama yang dihadapi sektor manufaktur akibat pandemi Covid-19 adalah kendala cash flow serta kebutuhan akan modal kerja. Menurutnya, salah satu solusi untuk kendala arus kas (cash flow) adalah memberikan fasilitasi restrukturisasi kredit. "Hampir semua perusahaan perlu dapat restrukturisasi kredit, bukan hanya sektor UMKM," ujar Agus.
(Baca Juga: 17.109 Izin Operasi Industri Diterbitkan di Tengah Covid-19)
Lihat Juga :