Pulihkan Ekonomi, Sampoerna Tekankan Pentingnya Kerja Sama Pemerintah-Swasta
Rabu, 07 April 2021 - 19:08 WIB
loading...
Kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada masa pandemi COVID-19 semakin erat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta dalam membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada masa pandemi COVID-19 semakin erat. Kerja sama yang menyeluruh dan lintas sektor menjadi penting, mengingat sektor UMKM berkontribusi sekitar 60 persen dari produk domestik bruto (PDB), serta menyerap 97% dari total pekerja di Indonesia.
"Selepas dari pandemi ini pun, saya yakin bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan erat antar berbagai pihak, baik antara pihak pemerintah dengan swasta, maupun antara pihak swasta dengan UMKM. Hal ini menjadi pendorong kemajuan UMKM," kata Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Mindaugas Trumpaitis dalam panel diskusi bertajuk “Technology for Recovery” pada acara Indonesia Summit yang digelar oleh The Economist.
Baca Juga: 130.000 Toko Kelontong Dirangkul Sampoerna, Diajarkan Manajemen Bisnis hingga Digitalisasi
Dengan jumlah lebih dari 64 juta orang, sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional, dapat menjadi kekuatan pengungkit dan sumber pertumbuhan baru menghadapi pandemi. UMKM juga terbukti pernah menjadi kekuatan pengungkit pada saat krisis ekonomi 1998 dan krisis keuangan global 2008.
Dalam banyak kesempatan, pemerintah telah menekankan pentingnya transformasi usaha UMKM secara daring, mulai dari sistem rantai pasok, produksi, hingga pemasaran dan pembayaran.
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa digitalisasi UMKM sangat diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta menjadi jembatan gap terbesar dalam proses digitalisasi UMKM yakni produk yang tidak standar.
Terkait digitalisasi UMKM ini, Mindaugas mengatakan, Sampoerna turut membantu sekitar 130.000 pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) dalam hal transformasi digital, termasuk melalui pengembangan aplikasi AYO SRC.
"Selepas dari pandemi ini pun, saya yakin bahwa kerja sama yang telah terjalin dengan erat antar berbagai pihak, baik antara pihak pemerintah dengan swasta, maupun antara pihak swasta dengan UMKM. Hal ini menjadi pendorong kemajuan UMKM," kata Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk, Mindaugas Trumpaitis dalam panel diskusi bertajuk “Technology for Recovery” pada acara Indonesia Summit yang digelar oleh The Economist.
Baca Juga: 130.000 Toko Kelontong Dirangkul Sampoerna, Diajarkan Manajemen Bisnis hingga Digitalisasi
Dengan jumlah lebih dari 64 juta orang, sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional, dapat menjadi kekuatan pengungkit dan sumber pertumbuhan baru menghadapi pandemi. UMKM juga terbukti pernah menjadi kekuatan pengungkit pada saat krisis ekonomi 1998 dan krisis keuangan global 2008.
Dalam banyak kesempatan, pemerintah telah menekankan pentingnya transformasi usaha UMKM secara daring, mulai dari sistem rantai pasok, produksi, hingga pemasaran dan pembayaran.
Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyebutkan bahwa digitalisasi UMKM sangat diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta menjadi jembatan gap terbesar dalam proses digitalisasi UMKM yakni produk yang tidak standar.
Terkait digitalisasi UMKM ini, Mindaugas mengatakan, Sampoerna turut membantu sekitar 130.000 pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) dalam hal transformasi digital, termasuk melalui pengembangan aplikasi AYO SRC.
Lihat Juga :