Truk ODOL Lenyap, Ongkos Angkut Bisa Naik 2 Kali Lipat

Kamis, 08 April 2021 - 14:22 WIB
loading...
Truk ODOL Lenyap, Ongkos...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pelaku industri perkebunan kelapa sawit menilai penerapan kebijakan bebas truk kelebihan muatan dan dimensi atau over dimension over loading (ODOL) masih menghadapi sejumlah tantangan.

Perwakilan dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Agung Wibowo mengatakan, ada 13 provinsi yang menguasai 95% sentra produsen sawit terbesar di Indonesia dengan 131 rute truk yang mengangkut kelapa sawit.

Pada simulasi yang dilakukan tahun 2019-2020, masih terdapat hambatan berupa penerbitan dan perpanjangan Keur (Truk Kebun dan Jalan Raya), hambatan permintaan normalisasi truk, hambatan denda tilang, hingga hambatan larangan masuk jalur tol truk CPO.

Baca juga: Kemenhub Pastikan Tak Ada Lagi Truk Kelebihan Muatan di 2023

"Kita simulasi di tahun 2019-2020, ongkos angkut kita akan naik rata-rata dua kali atau setara dengan Rp32 triliun tambahan biaya," ujarnya dalam webinar yang bertajuk Kesiapan Perkebunan Menyiapkan Langkah Strategis untuk Mewujudkan Program bebas Truk ODOL yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Sawit (FJS), Kamis (8/4/2021).

Selain ongkos yang naik, ada pula potensi biaya penambahan truk sebesar Rp49 triliun dan penambahan jumlah truk sebanyak 70.837 unit. Agung melanjutkan, dengan adanya tambahan armada truk maka butuh tambahan jumlah supir menjadi dua kali lipat.

"Tambahan untuk investasi juga harus kita siapkan. Untuk menghindari antrian yang panjang maka perlu proses tambahan loading dan unloading dan juga penambahan lebar jalan maupun kelas jalan," jelasnya.

Baca juga: Menko Luhut Beberkan 3 Kunci Pemulihan Ekonomi di Bali

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, kendaraan muatan lebih dapat dipandang merupakan salah satu yang mempercepat kerusakan jalan. Adapun kerusakan infrastruktur jalan nasional akibat truk ODOL mencapai Rp43 per tahun. "Ini angka lima tahun yang lalu. Mungkin sekarang hitungannya sudah lebih," ungkapnya.

Menurut dia, oknum ASN, aparat penegak hukum, pengusaha, organda turut bermain dalam untuk menghambat kebijakan bebas ODOL. Untuk itu perlu peraturan presiden untuk mengatur dan mengendalikan kebijakan bebas ODOL.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Ekspor Sawit...
Rencana Ekspor Sawit melalui BUMN, POPSI: Jangan Mengulang Kesalahan BPPC
ISEI Riau Prakarsai...
ISEI Riau Prakarsai Reformulasi DBH Sawit dan Evaluasi Peran BPDP
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Jawab Tantangan Industri Sawit Global dari Inovasi hingga Digitalisasi
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Dorong Industri Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital
Potensi Besar Industri...
Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Prabowo Sentil Eksportir...
Prabowo Sentil Eksportir Sawit hingga Batu Bara yang Simpan Uang di Luar Negeri
GAPKI Ajak Generasi...
GAPKI Ajak Generasi Muda Pasangkayu Jadi Sobat Sawit Peduli Lingkungan
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved