Menko Luhut Sebut Vaksinasi di Bali Terancam Molor, Ini Penyebabnya
Kamis, 08 April 2021 - 14:49 WIB
loading...
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, ada kemungkinan keterlambatan vaksinasi dua bulan dari target awal untuk warga Bali.Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, ada kemungkinan keterlambatan vaksinasi dua bulan dari target awal untuk warga Bali . Keterlambatan itu disebabkan oleh blokade dari negara-negara produsen vaksin Covid-19.
"Jadi saya secara khusus sudah meminta kepada Menkes untuk melakukan percepatan vaksinasi di Bali. Akan tetapi akibat adanya blokade dari beberapa negara produsen vaksin, mengakibatkan keterlambatan 2 bulan dari rencana awal," ujar dia dalam acara Bali Economic and Investor Forum 2021, Kamis (8/4/2021).
Baca Juga: Luhut Dapat Kabar dari Jakarta: 1,5 Juta Vaksin AstraZeneca Diberikan untuk Bali
Dia menjelaskan, vaksinasi untuk warga Bali sangat dibutuhkan untuk membentuk herd immunity. Serta percepatan vaksinasi COVID-19 di Bali ini merupakan salah satu kunci pemulihan ekonomi Bali dalam jangka pendek.
"Dan Bali sendiri sudah mengalami kontraksi yang cukup dalam di tahun 2020, yakni minus 0,3%. Penyebabnya adalah ketergantungan Bali yang sangat besar terhadap sektor pariwisata," ungkap Luhut dia.
"Jadi saya secara khusus sudah meminta kepada Menkes untuk melakukan percepatan vaksinasi di Bali. Akan tetapi akibat adanya blokade dari beberapa negara produsen vaksin, mengakibatkan keterlambatan 2 bulan dari rencana awal," ujar dia dalam acara Bali Economic and Investor Forum 2021, Kamis (8/4/2021).
Baca Juga: Luhut Dapat Kabar dari Jakarta: 1,5 Juta Vaksin AstraZeneca Diberikan untuk Bali
Dia menjelaskan, vaksinasi untuk warga Bali sangat dibutuhkan untuk membentuk herd immunity. Serta percepatan vaksinasi COVID-19 di Bali ini merupakan salah satu kunci pemulihan ekonomi Bali dalam jangka pendek.
"Dan Bali sendiri sudah mengalami kontraksi yang cukup dalam di tahun 2020, yakni minus 0,3%. Penyebabnya adalah ketergantungan Bali yang sangat besar terhadap sektor pariwisata," ungkap Luhut dia.
Lihat Juga :