Pacu Ekspor Biomassa ke Jepang, Kemendag Gelar Business Matching Virtual

Kamis, 08 April 2021 - 23:15 WIB
loading...
Pacu Ekspor Biomassa...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan memacu ekspor biomassa ke Jepang . Salah satunya dengan menyelenggarakan business matching (penjajakan kesepakatan dagang) virtual dengan Japan External Trade Oranization (JETRO) pada Rabu (7/4).

Tujuannya untuk mendukung pengembangan energi alternatif berbasis sumber energi terbarukan. Business matching ini memfasilitasi pertemuan antara enam pelaku usaha penyuplai tenaga biomassa di Jepang dengan dua pengusaha cangkang sawit Indonesia.

Biomassa dianggap sebagai sumber energi terbarukan yang menawarkan peluang potensial untuk berkontribusi pada pasokan energi global. Hal ini karena banyaknya industri yang mulai beralih dari batu bara ke cangkang sawit yang sebelumnya merupakan limbah industri sebagai bahan bakar. ( Baca juga:Ditinggal Kabur Kekasih, Manager asal Jepang Gantung Diri di Kamar Kosan )

“Memacu ekspor biomassa ke Jepang merupakan salah satu cara Indonesia untuk memanfaatkan peluang yang ada. Indonesia akan menjadikan cangkang sawit sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia, sedangkan di pasar dalam negeri hanya mampu menyerap sekitar 25-30 persen sisanya menjadi limbah,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/4/2021).

Sementara itu, Presiden Direktur Jetro Jakarta Keishi Suzuki menjelaskan, kegiatan business matching ini merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan bersama antara Kemendag dengan Jetro Jakarta. Business matching pertama dilakukan selama dua hari, yaitu pada 13 dan 16 November 2020.

Pada pelaksanaan business matching pertama tersebut, terjadi kontrak dagang oleh PT Prima yang menerima pemesanan pertama dari Jepang. Rencananya, pada bulan Mei mendatang PT Prima akan mengirimkan 10.000 ton cangkang sawit.

Di masa mendatang, pemesanan diperkirakan dapat bertambah menjadi 150.000 ton per tahun. Direktur Pengembangan Kerja Sama Ekspor Marolop Nainggolan menambahkan, pemerintah Jepang tengah membangun 90 pembangkit listrik tenaga biomassa di Jepang.

Namun, masalah utama yang dihadapi yaitu dibutuhkannya pasokan bahan bakar yang stabil dalam jangka waktu lama. Produk turunan dari kayu seperti cangkang sawit (palm kernel shell), tangkai kelapa sawit (palm husk), dan kayu pelet (woodpellet) berpotensi sebagai bahan bakar yang baik dalam industri biomassa. ( Baca juga:54 Perusahaan Nasional Bakal Hadir dalam Ajang Hannover Messe 2021 )

Di samping peluang yang begitu besar,lanjut Marolop, harga yang diberikan pelaku usaha Indonesia masih kurang kompetitif akibat besarnya pungutan ekspor yang fluktuatif. Hal itu mengakibatkan eksportir cangkang sawit kesulitan menandatangani kontrak penjualan yang umumnya dilakukan dalam jangka panjang.

“Untuk itu, pemerintah berkomitmen mencari solusi dalam menjadikan sektor cangkang sawit sebagai komoditas siap ekspor dan berdaya saing dengan menghapus pungutan ekspor sebagai salah satu alternatif solusi,”tutup Marolop.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
BPS dan Kemendag Perkuat...
BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Indonesia Gandeng Australia...
Indonesia Gandeng Australia Perkuat Ekspor Produk Halal
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
JETRO Jakarta dan Kementerian...
JETRO Jakarta dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia
5 Bos Perusahaan Gula...
5 Bos Perusahaan Gula Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Impor Gula
Rekomendasi
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved